Mantan Bupati Inhil Ditahan Kasus Dugaan Penyertaan Modal BUMD

πŸ…–π™–π™‘π™–π™ π™¨π™žπ™₯𝙀𝙨𝙩.π™˜π™€π™’ – Pekanbaru – Lagi Kasus dugaan korupsi menyeret mantan pejabat di provinsi Riau. Kali ini Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir (Inhil) menahan mantan Bupati Indragiri Hilir, Indra Muchlis Adnan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyertaan modal pada BUMD Kabupaten Indragiri Hilir PT Gemilang Citra Mandiri (GCM) tahun 2004-2006, Kamis (29/6/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir, Rini Triningsih mengatakan tersangka Indra Muchlis Adnan ditahan setelah diperiksa sebagai tersangka.

Selain Indra Muchlis Adnan, tersangka lainnya yakni Zainul Ihwan selaku Direktur BUMD PT CGM yang diperiksa secara terpisah juga resmi ditahan.

β€œKedua tersangka ditahan selama 20 hari kedepan terhitung 30 Juni sampai dengan 19 Juli di Lapas Klas II A Tembilahan,” ujar Rini dalam keterangan pers di Tembilahan.

Dijelaskan Rini, sebelum ditahan, tersangka Indra Muchlis Adnan dan Zainul Ihwan telah melalui berbagai pemeriksaan kesehatan dan hasilnya semua normal.

β€œSetelah dilakukan pemeriksaan kesehatan semua sehat, swab antigen dinyatakan positif. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak dilakukan penahanan,” sebut Rini.

Sebelumnya, Kejari Inhil sudah menetapkan mantan Bupati Indra Muchlis Adnan dan Direktur PT Gemilang Citra Mandiri Zainul Ikhwan sebagai tersangka korupsi dalam penyertaan modal pada BUMD Kabupaten Inhil tahun 2004-2006.

Diketahui penyertaan modal BUMD PT GCM menggunakan uang APBD Inhil tahun 2004 sebesar Rp4,2 miliar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pusat, kerugian negara sebesar Rp 1.168.725.695.

Indra Muchlis Adan menjabat Bupati Indragiri Hilir dua priode periode (2003-2008 dan periode 2008-2013).*

Foto: Mantan Bupati Inhil saat ditahan Kajari Inhil. Ist.

 

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.