Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Selama satu tahun angka kriminal turun 4,3% dan penyelesaian perkara naik 11 % di Polres Pelalawan. Hal ini disampaikan oleh Polres Pelalawan AKBP Ade Johan Sinaga yang bertindak langsung sebagai penyampai Materi Release didampingi Kasat Reskrim AKP James Rajagukguk, Kasipropam IPTU Syaidi Ali dan KBO Reskrim IPDA Deny Lubis.

Sebagai pengemban tugas Kehumasan dan dalam menjalankan amanat undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, Bid Humas Polres Pelalawan,Kamis (31/12/2015) mengadakan  Press Release akhir tahun 2015 guna memberikan informasi kepada masyarakat dan para awak media tentang kinerja dan capaian Polres Pelalawan selama tahun 2015.

Dalam penyampaian Press Release tersebut Kapolres Pelalawan menyampaikan untuk 2015 tercatat penurunan jumlah gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayah hukum Polres Pelalawan dibanding pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2014 sebanyak 371 kasus, sedangkan tahun 2015 sebanyak 355 Kasus (turun 20 kasus atau turun 4,3%). Sedangkan untuk penyelesaian perkara pada tahun 2014 sebanyak 219 Kasus, sedangkan tahun 2015 sebanyak 247 kasus (naik 28 kasus atau naik 11 %).

Adapun kasus yang menonjol di wilayah hukum Polres Pelalawan selama tahun 2015 adalah kasus C3 ( curat, curanmor ,curas ) sebanyak 80 kasus dengan telah di ungkap sebanyak 47 kasus dan diurutan kedua ditempati dengan kasus anak dibawah umur sebanyak 45 kasus dan telah diselesaikan sebanyak 39 kasus.

Kapolres juga menyampaikan bahwa sesuai data, ada tiga kecamatan di wilayah hukum polres Pelalawan yang menempati urutan tertinggi rawan gangguan Kamtibmas. Peringkat pertama, ditempati Kecamatan angkalan Kerinci, dengan angka tindak pidana sebanyak 61 kasus dan diselesaikan sebanyak 46 kasus.

Posisi kedua, ditempati Kecamatan Pangkalan Kuras dengan total 40 laporan kasus tindak pidana dan berhasil diungkap sebanyak 24 laporan dengan persentase penyelesaian sebesar 60 persen.

Berikutnya di tempat ketiga diisi oleh Kecamatan Bunut dengan jumlah tindak pidana sebanyak 37 laporan kasus dan diselesaikan sebanyak 17 laporan kasus dengan penyelesaian sebesar 47 persen.

Sebaliknya, ada dua kecamatan dengan angka gangguan Kamtibmas tidak ada , yaitu Kecamatan Pelalawan dan Kecamatan Teluk Meranti.

Sedangkan pada tahun 2015 kasus korupsi berjumlah 6 kasus selesai 2 kasus ( 33,3%) dan jumlah tindak pidana narkoba pada tahun 2014 sebanyak 54 kasus sedangkan pada tahun 2015 berjumlah 66 kasus (naik 12 kasus atau naik 22,22 %) untuk penyelesaian kasus tahun 2014 sebanyak 52 kasus sedangkan pada tahun 2015 sebanyak 58 kasus ( naik 5 kasus atau naik 11,53 %)

Jumlah kecelakaan lalulintas tahun 2014 sebanyak 180 kejadian sedangkan pada tahun 2015 terjadi sebanyak 173 kejadian kecelakaan lalulintas (turun 7 kejadian atau turun 1.3%)

jumlah pelanggaran lalulintas pada tahun 2014 sebanyak 8.895 pelanggaran sedangkan pada tahun 2015 sebanyak 8.635 pelanggaran ( turun 260 pelanggaran atau turun 3,1%).

Yang terakhir Kapolres menjelaskan untuk pelanggaran personil Polres Pelalawan pada tahun 2015, kasus pelanggaran disiplin sebanyak 23 kasus dan 23 kasus telah diselesaikan, 2 diantaranya kasus pelanggaran kode etik sebanyak 2 kasus dan sebanyak 2 personil terjadi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

”Kami akan terus berupaya untuk melakukan pengungkapan dan penyidikan terhadap kasus yang masih belum terselesaikan” ungkap Kapolres.

Lanjut Kapolres lagi menyampaikan, dari hasil kinerja pihak Polres Pelalawan yang berhasil menurunkan tindak kriminal selama tahun 2015 ini, tidak luput dari kerjasama yang baik antara masyarakat,TNI dan unsur Forkopimda serta rekan media di Kab.Pelalawan.

”Saya mengucapkan ribuan terimakasih atas kerjasamanya selama ini dan mudah-mudahan di tahun 2016 ,polres Pelalawan lebih meningkat lagi penyelesaian kasus dan meningkatkan pelayanan yang prima bagi seluruh masyarakat” tutup Kapolres Pelalawan.(***)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.