45% off www.bookhave.com.look at this web-site replica rolex.Under $20 replica watches.you could look here swiss replica watches.Top Seller replique montre de luxe mouvement suisse.Buy now repliki zegark贸w szwajcarskich.Best https://www.fake-watches.icu/.my response www.watchitdoit.com.Wiht 30% Discount fake rolex.click here for more watcheszs.useful reference 1:1 swiss replica watch.my site best place to buy replica watches.Check This Out https://www.pharmacywatches.com/.Top fake patek philippe.great site https://www.sextagheuer.com/.next page franck mueller replica.read this post here fake richard mille.successful feeling noob factory watches.directory bell and ross replica.

SISI LAIN BANJIR DI KALSEL, MERAJUT LUKA DI ATAS LUKA

Oleh: Dr. H. Joni,SH.MH***

BANJIR KALSEL yang sampai dengan hari ini masih belum surut, memberikan berjua hikmah, tidak saja kepada penduduk setempat tetapi juga kepada kita secara universal seluruh umat manusia. Peristiwa ini menadi catatan sejarah yang secara terbuka mengharuskan manusia berkontemplasi tentang makna interaksinya dengan alam. Satu diantara perspektif yang harus dijadikan sebagai rajutan makna adalah dari sisi agama.

Sehubungan dengan hal ini sudah banyak, puluhan, bahkan ratusan tulisan mengenai banjar diaksud dibuat dari bebagai perspektif. Narasi berikut kiranya menjadi satu diantara bahan renungan untuk siapa saja, sebagai bagian dari upaya memetik hikmah dari terjadinya bencana banjir dimaksud, harapannya tentu menjadi pelajaran berharga yang kiranya memperbaiki pandangan dan perilaku manusia dalam menyikapi bencana, khususnya banjir Kalimantan Selatan dimaksud.

Musim Berganti

Januari, yang biasanya diotak atik dan dijabarkan menjadi hujan hari hari, memnyajikan fakta bahwa  intensitas dan frekuensi curah hujan semakin meningkat pada bulan ini.  Seluruh komponen masyarakat harus ekstra-waspada terhadap serangan banjir. Banjir ini benar benar menjadi momok yang menghantui, khususnya babi warga di Kalimanytan Selatan. Diindikasikan belum pernah terjadi anir seperti ini, di wilayah yang sejatinya merupakan kawasan air dimaksud.

Sejatinya banjir seperti ini sudah kerap melanda wilayah yang saat ini juga tergenang. Hanya saja kali ini memang luar biasa. Begitu besar, dan belum pernah terjadi di sepanjang sejarahyang tercatat dalam perkembangan wilayah, baik di Hulu Sungai maupun di kota Banjaarmasi sendiri. Banjir besar tersebut merupakan kali kesekian yang merendam kawasan itu. Dalam perspektif agama, bencana alam tersebut bagi sebagian orang mungkin dimaknai sebagai azab karena terlalu banyak dosa-dosa yang diperbuat manusia.

Sebagian lainnya menilai banjir itu sebagai musibah karena kelalaian manusia dalam mengurus lingkungan dan alam. Kesemuanyaini tergantung darimana dan bagaimana manusia menyikapinya. Tak ada kepastian apalagi bersifat mutlak sebagai satu satunya argumentasi. Sebagaimana dinyatakan oleh kalangan muslim, misalnya menyebut bahwa ini adalah musibah, bukan azab. Argumentasinya, kalau ini azab, maka khusus untuk orang kafir atau orang-orang yang jahat saja. Tapi kalau musibah, mengenai semua, tidak membedakan mana yang baik mana yang tidak baik.

Intinya bahwa silih bergantinya peristiwa alam yang kemudian menjadi kesulitan tersendiri yang dihadapi oleh rakyat Indonesia yang mayoritas muslim ini adalah murni musibah. Untuk nini, khususnya kepada warga masyarakat yang terkena musibah, hendaknya lebih  mendekatkan diri kepada Allah. Menjadikan peristiwa, khususnya banjir yang silih berganti bersusul susul ini dijadikan sebagai pelajaran musibah ini gua dijadikan sarana memperbaiki diri.

Peristiwa banjir yang menimbulkan kerugianmateri luar biasa besarnya, dan khususnya lagi korban jiwa ini dijadikan sebagai pelajaran kehidupan. Begitu banyak dan beratnya musibah sebagai peringatan dari Allah bahwa manusia telah banyak berbuat dosa.

 

Ayat Alquran

Allah SWT di dalam Al-Quran memang memerintahkan kepada manusia untuk mengambil iktibar. “Maka ambillah untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan. (QS. Al-Hasyr : 2) Dalam ayat lain Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah ; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan. (QS. Ali Imran : 137) dengan merujuk kepada peistiwa yang terjadi pada masa silam, di masa para nabi terdahulu, seringkali bencana itu diturunkan lantaran orang-orang sudah meninggalkan ajaran agama dan berlaku kufur.

Dalam kondisi demikian, Allah turunkan azab kepada mereka dengan beragam bencana. Bahkan tidak sedikit yang kemudian Allah matikan dan kondisikan mereka dalam keadaan terhina. Dalam beberapa hal ada benarnya, bahwa musibah itu terjadi lantaran banyak dosa dilakukan manusia. Sebagaimana firman Allah SWT : “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu  tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.(QS. Al-Isra’ : 16)

Dalam nukilan ayat Quran, diabadikan misah bagaimana Allah menjatuhkan azab kepada kaum Sodom. Allah SWT kirimkan dua malaikat yang memberi kabar kepada Nabi Ibrahim alaihissalam bahwa negeri tersebut akan dihancurkan. Dan penyebabnya memang karena penduduknya telah berlaku zalim. “Dan tatkala utusan Kami  datang  kepada  Ibrahim  membawa kabar   gembira,  mereka  mengatakan:  “Sesungguhnya  kami  akan menghancurkan penduduk negeri   ini;  sesungguhnya  penduduknya adalah orang-orang yang zalim”. (QS. Al-Ankabut : 21)

Dari perspektif lain, bahwa sejatinya tidak semua bencana itu hakekatnya merupakan hukuman. Namun kalau diteliti lebih dalam, walaupun ayat-ayat Alquran banyak sekali bercerita tentang dihancurkannya suatu negeri lantaran kezaliman penduduknya, ternyata bukan berarti semua ini menjadi sebuah hukum Allah yang baku. Dalam kenyataannya, khususnya di masa sekarang ini, tidak jarang terjadi musibah dan bencana, yang tidak melulu lahir dari dosa. Demikian pula sebaliknya, belum tentu dosa-dosa yang dilakukan manusia  langsung diazab oleh Allah SWT di dunia ini.

Sepanjang keterbatasan logika manusia, dunia hari ini dihuni oleh sekitar 6,5 miliar manusia, dengan rincian yang beragama Islam kurang lebih sekitar 1,5 miliar. Artinya, di dunia ini ada sekitar 5 miliar manusia tidak beragama Islam alias non muslim. Pertanyaannya, apakah musibah dan bencana hanya terjadi di negeri bukan muslim saja? Apakah negeri yang berpenduduk muslim selalu aman dari bencana.  Jawabnya tentu tidak selalu demikian. Negara-negara Barat yang sekuler dan bukan negara orang-orang muslim, tidak selalu jadi langganan musibah dan bencana. Begitu juga negara-negara Kawasan Timur yang  komunis dan tidak bertuhan, ternyata juga tidak selalu berlangganan  bencana.

Sementara negeri-negeri yang nota bene berpenduduk muslim, seringkali malah terkena musibah dan bencana. Artinya, seara logika dapat diambil pelajaran bahwa tidak selalu Ketika suatu Kawasan banyak orang kafir dan dosanya, lantas segera dimusnahkan Allah. Sebaliknya tidak pula Ketika suatu Kawasan banyak orang beriman di dalamna, lantas selalu aman dari bencana dan musibah. Tangan-tangan manusia, lepas dari agama dan keimanan, seringkali ikut andil dalam kerusakan di alam ini. Akibatnya,  bencana dari apa yang menjadi penybab adalah tangan manusia sendiri dengan tidak memandang agama.

Tidak ada solusi menghadapi kesemuanya ini manusia harus smemperbaiki diri dalam berinteraksi dengan alam. Bencana bertubi, ibarat luka yang terus tergores dalam kehidupan dan menjadi luka di atas luka tidak akan terjadi manakala perilaku manusia tidak berlebihan dalam arti merusak alam. Sunnatullah senantiasa terulang dan abadi, jika hal ini terus dilakukan, berbagai bencana akan terus menimpa.***

*** Notaris, Pengurus Pusat INI (Ikatan Notaris Indonesia) Universitas Diponegoro,  Dosen Sekolah Tinggi Ilmu  Hukum Habaring Hurung Sampit Kalimantan Tengah.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.