MEMBANGGAKAN KEHADIRAN MUSIUM NABI MUHAMMAD SAW

Oleh: Dr. H. Joni,SH.MH

PENANDA kejayaan Islam segera hadir di tanah air. Di tengah berbagai ujian
terhadap pemeluknya akhir akhir ini, setidaknya penanda ini menjadi setetes penyejuk, bahwa masih ada perhatian kendatipun secara fisik terhadap kebesaran dan kejayaan umat Islam khususnya di masa lalu. Penanda dimaksud adalah Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW. Museum ini bakal segera berdiri di Indonesia. Ketua Dewan Masjid Indinesia (DMI), yng juga Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla atau JK, bersama Sekretaris Jenderal Rabithah Alam Islamiyah (Liga Dunia Islam). Mohammad Abdul Karim Al Issa, menyaksikan penandatanganan naskah perjanjian kerja sama pendirian dan pembangunan Museum Sejarah Rasulullah SAW dan peradaban Islam di Indonesia.

Penandatanganan dilakukan antara Ketua Yayasan Sejarah Nabi Muhammad SAW Syafruddin dan Deputi Eksekutif Liga Dunia Islam Abdul Rahman bin Muhammad Al Mathar. Pada acara penandatangan tersebut, JK sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam menyampaikan kegembiraannya bahwa rencana membangun Museum Sejarah Rasulullah SAW dan
Peradaban Islam di Indonesia segera terealisasi.

Musium Pertama di Luar KSA

Pembangunan Museum Rasulullah di Tanah Air tersebut menjadi yang pertama dilaksanakan di luar Kerajaan Saudi Arabia (KSA) dan mendapat dukungan dari Yayasan Wakaf Assalam yang bermarkas di Jeddah, serta Liga Muslim Dunia yang berkantor pusat di Mekkah, Arab Saudi. Selain di Indonesia, pada dua kota di Arab Saudi juga dibangun Museum As-Salamu Alayka Ayyuha An-Nabiyy di Makkah dan Museum Shirah Nabawiyah di Madinah.

Pembangunan musium ini menjadi sebuah kehormatan, sekaligus amanah bagi rakyat Indonesia yang mayoritas muslim karena mendapat kepercayaan untuk membangun dan memiliki Museum Rasulullah. Indonesia menjadi negara pertama di luar Arab Saudi yang memiliki museum tentang Muhammad SAW. Oleh karena itu, kami dari DMI bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkannya sehingga manfaat dari pembangunan ini bisa dirasakan seluruh masyarakat di tanah air dan di luar Indonesia.

Secara fisik museum Rasulullah akan terdiri dari dua lantai dengan total luas bangunan mencapai 10.000 meter persegi lebih. Selain ruang pameran yang berisi benda-benda bersejarah Nabi Muhammad serta peradaban Islam, dalam kompleks museum tersebut juga terdapat auditorium, masjid, dan lapangan luas untuk kegiatan agama serta manasik haji. Dalam museum tersebut juga tak hanya berisikan hadis-hadis yang menceritakan kisah dan perjalanan hidup Sang Teladan sehingga
masyarakat bisa mempelajari dan mengambil contoh teladan Nabi semasa hidup. Tetapi juga kisah-kisah fenomenal dalam perkembangan Islam, seperti Isra Mikraj, perjalanan hijrah Nabi, hingga maket kota Makkah dan Madinah di zaman Rasulullah hingga era sekarang.

Musium ini dilengkapi dengan tampilan diorama atau kisah-kisah serta benda
sejarah sejak zaman Rasulullah akan ditampilkan dalam 3 dimensi, sehingga siapapun yang melihatnya akan bisa mengetahui dan mempelajari dengan detail. Naskah, manuskrip, literatur, hingga benda-benda bersejarah yang berhubungan dengan Rasulullah serta peradaban Islam yang tersaji di dalam museum tersebut merupakan hasil dari pengumpulan yang dilakukan selama 14 tahun oleh Yayasan Wakaf Assalam.

Monumental, Bukan Satu Satunya

Bahwa umat Islam di Indonesia sangat menantikan museum yang akan
menyajikan sejarah Nabi Muhammad untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah dan keimanannya kepada Allah SWT. Cirikhas musium ini, yang
merefleksikan sejarah nabi besar Rasulullah SAW dan peradaban Islam di Indonesia juga menampilkan secara khusus sejarah para pedagang dari jazirah Arab membawa agama Islam ke Indonesia. Selain itu, menampilkan sejarah datangnya para ulama
dari Arab untuk mengajarkan agama Islam pada waktu itu, sehingga 90 persen penduduk Indonesia menjadi seorang muslim.

Penanda ini nantinya diharapkan tidak hanya akan menarik perhatian rakyat
Indonesia, tetapi juga muslim di negara-negara sekitar yang akan datang melihat ke Indonesia. Museum akan menjadi ikon baru bagi Jakarta, seperti halnya bangunan￾bangunan penanda kota-kota besar di dunia

Cirikhas lainnya, bahwa museum akan menampilkan seluruh kehidupan,
keteladanan, keluarga, peran perdamaian, serta peradaban yang dibangun Nabi Muhammad dengan teknologi 3D, hologram, dan augmented reality. Sehingga, museum akan menjadi tempat penelitian bagi santri, mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk mempelajari kehidupan Rasulullah. Museum Sejarah Nabi SAW di Indonesia rencananya akan dibangun di kawasan Jakarta Utara.

Musium ini dibangun di atas areal pada lahan reklamasi kawasan Ancol.
Pemprov DKI Jakarta sebelumnya mengatakan akan memanfaatkan perluasan lahan untuk kepentingan publik. Sekaitan dengan hal ini Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memanfaatkan tanah hasil perluasan secara transparan dan mengutamakan kepentingan publik di antaranya pembangunan tempat bermain anak dan pembangunan Museum Internasional Sejarah Rasulullah Sallallahu Alaihi Salam dan Peradaban Islam di kawasan Ancol tersebut. Groundbreaking telah dilakukan pada bulan Februari 2020 yang lalu, dan pembangunan terus dikebut sampai sekarang.

Jika keinginan membangun Museum Sejarah dan peradaban yang berlatar kisah Nabi, maka faktanya Indonesia bukan satu-satunya negara yang memiliki spot terkait kehidupan sosok penting dalam ajaran agama tersebut. Dikutip dari kantor berita Yordania, Petra, di negara tersebut ada lokasi yang disebut Prophet Muhammad
Museum. Dikutip dari situs Center for the Study of the Built Environment (CBSE), Museum Kisah Nabi Muhammad berada di lingkungan King Hussein Mosque di Al￾Hussein Gardens. Museum ini menyimpan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan Rasulullah SAW.

Musium Prophet Muhammad Museum dibuka pada 2012 dan menyimpan
peninggalan (artefak) yang berhubungan dengan Nabi Muhammad SAW. Peninggalan tersebut misalnya surat untuk kaisar Bizantium, Heraclius, terkait Islam, sehelai jenggot, dan pohon muda tempatnya beristirahat ketika dalam perjalanan ke wilayah yang disebut Levant. Tentu saja museum Kisah Nabi Muhammad disebut sangat cocok dikunjungi yang penasaran pada kehidupan sosok yang menjadi panutan dunia tersebut. Museum juga cocok dikunjungi yang ingin tahu seputar asal dan sejarah Islam serta berbagai tradisi di dalamnya.

Sayangnya tidak tersedia informasi lebih lanjut bagi yang penasaran soal
Museum Nabi Muhammad di Amman, Yordania. Jika ingin berkunjung mungkin bisa menjadikan King Hussein Mosque sebagai patokan. Disebut sebagai salah satu masjid terindah di dunia, King Hussein Mosque memiliki empat menara yang dibangun dengan arsitektur khas peradaban Islam. Ruang ibadah di masjid ini ditandai dengan langit berkubah dan ornamen gaya Umayyah yang dipahat pada batu Yordania.

Adanya Museum Rasulullah SAW akan menjadi ikon wisata religi baru bagi
masyarakat Indonesia dan negara di kawasan Asia maupun Eropa. Terlebih lokasi yang strategis dan mudah diakses. Museum itu akan sarat dengan wahana dan informasi edukatif yang menjadi objek penelitian bagi mereka yang berminat kepada studi-studi agama khususnya Islam. Semoga keberadaan musium ini nantinya mendatangkan keberkahan sendiri bagi umat Islam di tanah air.***

Penulis : Notaris, Pengurus Pusat INI (Ikatan Notaris Indonesia) Universitas Diponegoro, Dosen Sekolah
Tinggi Ilmu Hukum Habaring Hurung Sampit Kalimantan Tengah

 

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.