45% off www.bookhave.com.look at this web-site replica rolex.Under $20 replica watches.you could look here swiss replica watches.Top Seller replique montre de luxe mouvement suisse.Buy now repliki zegark贸w szwajcarskich.Best https://www.fake-watches.icu/.my response www.watchitdoit.com.Wiht 30% Discount fake rolex.click here for more watcheszs.useful reference 1:1 swiss replica watch.my site best place to buy replica watches.Check This Out https://www.pharmacywatches.com/.Top fake patek philippe.great site https://www.sextagheuer.com/.next page franck mueller replica.read this post here fake richard mille.successful feeling noob factory watches.directory bell and ross replica.

Jakarta – M. Arsyad alias Imen (26) diancam pasal berlapis. Pertama Undang Undang Perlindungan Anak dan penculikan dan ke dua menghna Presiden Joko Widodo pada tahun 2014 yang lalu. Sebagaimana yang dilansir VIVA.co.id hari ini bahwa, Kapolresta Depok Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan, menjelaskan pihaknya akan menjerat M. Arsyad alias Imen  tersangka penculikan dan pencabulan anak, dengan Undang-undang tentang Perlindungan Anak dan penculikan. Arsyad berurusan dengan polisi karena diketahui menyekap seorang bocah berusia 10 tahun di sebuah vila kawasan Cisarua, Puncak Bogor, Senin, 11 Juli 2016.

Selain itu, tersangka akan terancam dengan pemberatan hukuman, karena sebelumnya pernah tersangkut masalah hukum. Arsyad sempat ditahan atas tuduhan menghina Presiden Joko Widodo pada 2014 lalu, karena mengunggah gambar pornografi Presiden bersama Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Tentunya barang siapa yang pernah terjerat masalah hukum maka sanksinya akan lebih berat,” tegas Harry di kantor Mapolres Depok, Rabu, 13 Juli 2016.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi pun menduga korban Arsyad lebih dari satu. Hal ini berdasarkan adanya laporan serupa dari masyarakat, dengan modus tindak kejahatan yang mirip.
“Yang bersangkutan juga telah mengakui sebelumnya pernah menculik K bocah 7 tahun di Tapos, Depok, pada bulan Juni lalu. Sampai saat ini baru dua korban yang diakuinya, namun itu akan terus kami dalami,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Depok, Komisaris Teguh Nugroho, pada kesempatan yang sama.

“Sama seperti korban kedua, korban yang pertama juga dibawa ke sebuah vila di kawasan Puncak, Bogor. Tapi korban pertama tidak sempat dicabuli karena dia (tersangka) mengaku tidak tega masih terlalu kecil,” lanjut Harry.

Oleh tersangka, korban kemudian diberikan uang untuk pulang menggunakan ojek. “Tersangka mengasih uang Rp100 ribu, kemudian diantar pulang oleh tukang ojek. Kasus ini terungkap setelah kejadian yang kedua,” jelas Harry. ***

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.