Kutukan Apa yang Akan Menimpa Negeri Pelalawan

Editorial

Ditulis: Rojuli

Maraknya kasus video asusila yang menjadi sorotan publik belakangan ini perlunya penanaman dan pemantapan nilai-nilai sosial keagamaan dan budaya serta memberikan sanksi yang tegas terhadap pelakunya.

Barusan Polda Metro Jaya menetapkan Gisel Anastasia dan Michael Yukinobu Defretes atau Nobu (MYD) sebagai tersangka kasus video syur usai keduanya mengakui sebagai pemeran dalam video itu.

Virus itu menyebar pula ke Kabupaten Pelalawan dimana perbuatan melanggar norma agama, susila dan adat istiadat itu menjadi trending topik di Kabupaten Pelalawan khusunya dan provinsi Riau umumnya.

Mengapa tidak. Kalau di ibukota Jakarta adegan syur itu dilakukan oleh artis (Gisel) namun di negeri Pelalawan yang melakukan perbuatan video asusila itu diduga oleh oknum anggota DPRD berjenis kelamin laki-laki dan dari pegawai honorer Satpol PP berjenis kelamin perempuan.

Sungguh perbuatan ini mencoreng wajah Kabupaten Pelalawan yang selama ini dijaga oleh nilai-nilai sosial, norma-norma agama, adat istiadat Melayu kini hancur sudah oleh oknum pelaku asusila itu.

Tak dapat dibayangkan betapa malunya negri ini. Tokoh pendiri Kabupaten Pelalawan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat. Mau ditaruh dimana muka mereka? Tak sepantasnya kelakuan yang tak bermoral itu diumbar ke publik. Nauzubillah min zalik!.

Tunggulah azab yang akan diterima Kabupaten ini. Allah SWT mengingatkan bahwa perbuatan zina itu adalah fahisyah (kejahatan yang menjijikkan) dan saa’a sabila (seburuk-buruknya jalan). “Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya, zina itu adalah perbuatan yang keji, dan jalan yang buruk.” (QS Al-Isra [17]: 32). Mendekati zina saja sudah dilarang, apalagi melakukannya.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Hendaknya kalian menjauhi perbuatan zina, karena akan mengakibatkan empat hal yang merusak, yaitu menghilangkan kewibawaan dan keceriaan wajah, memutuskan rezeki (mengakibatkan kefakiran), mengundang kutukan Allah, dan menyebabkan kekal dalam neraka.” (HR Thabrani dari Ibn Abbas), Republika.

Dari hasil rangkuman Galaksipplost.com bahwa Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau sedang menyelidiki video mesum mirip oknum anggota DPRD Kabupaten Pelalawan periode 2019-2024. Video call sex (VCS) berdurasi 42 detik tersebut viral sejak dua bulan lalu di media sosial.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Andri Sudarmadi, membenarkan hal itu. “Masih proses lid (penyelidikan),” ujar Andri, Selasa (29/12/2020).

Andri mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah pihak terkait beredarnya video panas itu. “Ada beberapa orang (telah dimintai keterangan),” kata Andri.

Kemudian seorang oknum anggota Satpol PP Pelalawan perempuan telah dipecat tidak hormat, setelah video tak senonohnya beredar luas.

“Ya dia staf di kantor Satpol PP dan yang bersangkutan sudah kita pecat,” ujar Kasatpol PP dan Damkar Pelalawan  Abu Bakar FE, Senin (28/12/2020) malam.

Namun diakui Abu Bakar, bahwa aksi tidak senonoh itu terjadi sudah dua bulan lalu di rumah yang bersangkutan, bukan di kantor. Walau masih menggunakan baju dinas Satpol PP yang lengkap dengan atributnya.

Setelah mendapat laporan ada anggota Satpol PP perempuan dalam sebuah video panas beredar.  Maka tindakan tegas langsung dilakukan terhadap ulah oknum anggota Satpol PP tersebut.

“Sesuai pakta integritas yang telah ditanda tangani telah dilanggar, maka kita pecat. Karena dalam perjanjian tenaga kontrak honor di Satpol PP dilarang, melakukan pelecehan seksual, asusila, narkoba, pemerasan dan beberapa hal lainnya,” tegas Abu Bakar.

Foto: Ilustrasi

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.