Korupsi Berjemaah Makan Minum di Kabupaten Kuansing Dituntut Bervariasi Masa Hukuman

🅖𝙖𝙡𝙖𝙠𝙨𝙞𝙥𝙤𝙨𝙩.𝙘𝙤𝙢 – Kuansing – Lima terdakwa kasus piana korupsi di Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Kuansing anggaran APBD tahun 2017 proyek makan minum dituntut dengan hukuman bervariasi.

Tuntutan paling rendah yakni lima tahun penjara.

Tuntutan untuk lima terdakwa sendiri dibacakan pada sidang Rabu (23/12/2020), oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing.

Saat itu, Kasi Pidsus Roni Saputra, SH yang membacakan tuntutan.

“Semua terdakwa dikenakan Pasal 2 ayat 1 UU Tipikor,” kata Kepala Kejari Kuansing, Hadiman SH, MH, Rabu (23/12/2020), dilansir Tribun Pekanbaru.

JPU menilai kelima terdakwa meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Lima terdakwa dalam kasus ini yakni mantan Plt. Sekda Kuansing, Muharlius selaku pengguna anggaran (PA),

M Saleh; mantan Kabag umum dan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ; Verdy Ananta ; mantan bendahara pengeluaraan rutin ;

Hetty Herlina ; mantan Kasubag kepegawaian dan selaku PPTK serta Yuhendrizal ; mantan Kasubag tata usaha dan selaku PPTK.

Terdakwa Muharlius sendiri dituntut pidana penjara selama 8 tahun, 6 bulan. Selain itu, Muharlius juga didensa Rp 500 juta subsider 6 bulan kururangan.

Terdakwa M Saleh dituntut pidana penjara 8 tahun, 6 bulan. Selain itu, Saleh dituntut denda Rp 500 juta atau subsider 6 bulan kurungan.

Terdakwa Verdi Ananta dituntut pidana penjara selama 7 tahun, 6 bula. Ia juga dituntut denda R 500 juta subaider 6 bulan kurungan.

Terdakwa Hetty Herlina sendiri dituntut pidama penjara selama 5 tahun, 6 bulan. Ia juga dituntut denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Terakhir, terdakwa Yuhendrisal dituntut pidana penjata 5 tahun dengan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Kerugian negara dalam dugaan korupsi ini sangatlah besar. Anggaran kegiatan sebesar Rp 13.300.600.000. Diduga yang dikorupsi sebesar Rp 10.462.264.516 atau hampir 70 persen lebih yang dikorupsi.

Dari kerugian negara sebesar Rp 10.462.264.516 itu, sudah dikembalikan sebesar Rp 2.951.910.000. Sehingga tinggal Rp 7.451.038.606 yang belum dibayar.

Anggaran yang diduga di korupsi tersebut terdapat pada APBD 2017 Pemkab Kuansing. Ada enam kegiatan di bagian umum Setda Kuansing yang diduga jadi bancakan para tersangka.

Enam kegiatan yang jadi banjakan tersebut yakni Kegiatan dialog atau audiensi dengan toko-tokoh masyarakat, pimpinan/anggota organisasi sosial masyarakat ; Penerimaan kunjungan kerja pejabat negera/dapertemen/lembaga pemeringah non dapeetemen/luar negeri ; Rapat korlordinasi unsur muspida ; Rapat koordinasi pejabat pemerintah daerah ; Kunjungan kerja/ inspeksi kepala daerah / wakil kepala daerah dan terakhir Penyediaan makan dan minum (rutin).

Pola korupsi yang dilakukan lima terdakwa yakni mark up.

Editor: Oslam

Foto: ilustrasi  (internet).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.