Suarabiruhnews.com – Pangkalan Kerinci–Banjir melada beberapa desa di Kabupaten Pelalawan. Sudah hampir satu bulan belakangan ini belum menunjukan tanda-tanda akan surut, bahkan cendrung naik.

Pengakuan warga yang tinggal dibantaran Sungai Kampar, ketinggian air setiap harinya naik 1-2 cm. Akibat banjir, sejumlah akses jalan umum putus digenanggi air banjir.

“Untuk jalan umum menuju desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci akses jalan ini tak bisa dilalui kedaraan bermotor sejak satu bulan belakangan. Untuk mengangut kebutuhan sehari-hari (sembako,red) yang di datangkan dari ibu kota Pangkalan Kerinci, warga terpaksa mengunakan fasilitas kendaraan pompong, sampan,”jelas Nasir (46) warga Desa Ratau Baru yang dijumpai media saat belanja sembako di Pasar Baru Pangkalan Kerinci, Sabtu (16/1/16).

Akibat banjir Nasir menceritakan kondisi jalam umun ini putus sangat berdampak dengan melonjaknya harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Ini desebbkan ongkos yang dikeluarkan pedangang bertambah.

“Ya, naik semua, sebab ongkos yang ditanggung untuk paket pengiriman mengunakan jasa pompong sedikit mahal bila dibandingkan jalan darat, ongkos yang ditanggung pedangang belum termasuk bongkar muat barang,”ujarnya.

Saat disinggung gangguan kesehatan yang dialam warga, selama banjir, Nasir menuturkan, sejauh ini banjir memang belum terlalu berdampak terhadap kesehatan warga.

“Biasanya pasca banjir, warga terjakit penyakit kulit, berupa gatal-gatal, kudis serta diare. Penyakit ini biasa menyerang anak-anak. Sejauh ini belum ada laporan warga tentang gejala itu,”jelasnya lagi.(nto)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.