Ini Penampakan Kebun Kelapa Sawit Warga Desa Penarikan Luluh Lantak Karena Gajah

๐Ÿ…–๐™–๐™ก๐™–๐™ ๐™จ๐™ž๐™ฅ๐™ค๐™จ๐™ฉ.๐™˜๐™ค๐™ข – Penarikan – Menyedihkan. Ketika harapan masa depan warga bersandar kepada kebun kelapa sawit yang mereka miliki sepertinya mulai sirna. Betapa tidak ketika derita hidup semakin sulit karena dampak COVID-19 ditambah pula duka baru. Kebun kelapa sawit sebagai tumpuan masa depan luluh lantak pula oleh satwa liar gajah.

Itulah yang dialami belasan warga Desa Penarikan Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, Riau.

Informasi yang dirangkum terakhir kemarin Selasa (15/12/2020) sore bahwa sudah lima ratusan batang pokok kelapa sawit warga habis dimakan gajah. Dan sudah 13 warga pemilik kebun kelapa sawit habis diluluh lantak satwa liar itu.

Kawanan gajah itu sudah hampir satu mingguan berkeliaran di seputaran kebun warga. Dan malam yadi gajah tersebut masih menjamah kebun warga. Sepertinya kawanan gajah liar itu sudah engan meninggalkan desa tersebut.

Penuturan Darwis warga Desa Penarikan kepada Galaksipost.com bahwa kebun kelapa sawit warga yang dimakan gajah itu seperti milik Umar 50 pokok diluluh lantak oleh gajah,
sawit Muklis 60 pokok, Sarul 80 pokok,
Sage 10 pokok, Rian 7 pokok, Darwis 10 pokok, Rano 11 pokok, Rapik 50 pokok. Kemudian sawit punya Wati 60 pokok, Sudirman 49,
11.Demel 15, Eman 50 pokok dan Herman 30 pokok sawit.

Menurut keterangan Darwis bahwa Kepala Desa Penarikan sudah menyurati BKSDA Riau pada hari Jumat Tanggal (11/12/2020) yang lalu.

“BBKSDA sudah disurati Kepal Desa tentang konflik gajah dan manusia ini,” kata Darwis.

Suharyono Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau saat dikonfirmasi di aplikasi WhatsApp-nya masih bungkam ketika ditanyakan apa upaya yang sudah dilakukannya terkait konflik gajah dan manusia di Desa Penarikan ini.

Ditulis: Rojuli
Editor; Oslam
Foto: Kebun kelapa sawit warga Desa Penarikan yang diluluh lantakan gajah.(Dok: Galaksipost.com).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.