Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Dewan Pimpinan Daerah ( DPD) I Propinsi Riau partai GOLKAR diduga telah menyalahi mekanisme penentuan nama bakal calon (Balon) Gubernur Riau periode 2018-2023.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Harian, yang juga didampinggi Sekretaris dan pengurus partai DPD II GOLKAR Pelalawan, Nasaruddin SH. MH, Senin 3 Juli 2017 di Kantor DPD II partai Golkar Pelalawan di Kerinci Barat Pangkalan Kerinci.

“Ada apa dengan DPD I GOLKAR Propinsi Riau, sampai hari ini belum ada penetapan calon Gubernur Riau melalui rapat yang mengundang pengurus DPD II GOLKAR se Riau untuk melakukan rapat pleno penentuan nama cagubri yang diusulkan ke DPP,” kata Nasar, sapaan akrab Ketua Harian DPD II Partai GOLKAR Pelalawan itu.

Menurut selentingan informasi yang berkembang, secara diam-diam, DPD I Partai GOLKAR Riau telah mengirimkan 3 nama balon Gubri yang diusulkan ke DPP GOLKAR Pusat. Dan usulan nama balon itu tanpa dimusyawarahkan dan diplenokan. Ke tiga nama yang diusulkan itu, AR, SY dan ST.

Sementara itu Sekretaris DPD II GOLKAR Pelalawan, Baharuddin, SH. MH menyampaikan kepada sbnc bahwa,” Mekanisme penenetapan balon nama Cagubri yang diusulkan ke DPP GOLKAR harus dilakukan rapat pleno diperluas yang melibatkan semua DPD II GOLKAR se Riau, Dan dari keputusan pleno itu maka DPD I mengirimkan nama balon yang sudah di tetapkan. Ini macam mana kita dari DPD II GOLKAR Pelalawan tak pernah satu kalipun diundang untuk rapat oleh DPD I GOLKAR Riau,” tutup Baharuddin.(sbnc/03)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.