Penelitian terbaru menunjukkan bahwa jumlah sperma pada pria mengalami penurunan hingga hampir 60 persen sejak 1970-an. Pola hidup di era abad ke-21 yang tak sehat dinilai memegang peran besar dalam penurunan kesuburan pria saat ini.

Beberapa kondisi di abad ke-21 yang dinilai mempengaruhi penurunan jumlah sperma pada pria dalah stres dan tekanan yang tinggi serta paparan zat kimi maupun pestisida yang semakin banyak. Di samping itu, pola hidup tak sehat seperti kebiasaan merokok dan obesitas juga diyakini menyebabkan masalah terhadap kesuburan pria.

Untuk itu, Telegraph merangkum lima hal sederhana yang dinilai dapat membantu pria untuk memperbaiki kesuburan mereka. Tentunya harus diingat bahwa pria juga perlu memeriksakan diri ke dokter jika ia memiliki kekhawatiran terhadap sperma mereka.

Konsumsi Makanan Merah
Penelitian yang dilakukan oleh Ohio’s Cleveland Clinic menunjukkan bahwa konsumsi lycopene dapat memperbaiki kualtias, mobilitas dan volume sperma secara dramatis. Jumlah sperma bahkan bisa meningkat hingga 70 persen dengan konsumsi lycopene.

Lycopene merupakan nutrisi penting yang seringkali ditemukan pada buah-buahan maupun sayur-sayuran berwarna merah. Beberapa contohnya adalah tomat, stroberi, ceri dan paprika merah.

Jauhi Laptop Dari Pangkuan
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Fertility and Sterility pada 2011 lalu menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan lapot dan koneksi WiFi dengan penurunan kualitas sperma. Dalam penelitian tersebut, sampel sperma dari 29 pria disimpan secara normal dan diletakkan di bawah laptop yang terhubung dengan koneksi WiFi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sperma yang tersimpan di bawah laptop tersebut memiliki pergerakan atau mobilitas yang lebih lambat dari sebelumnya. Sperma tersebut juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan DNA.

Batasi Bersepeda
Bersepeda merupakan salah satu jenis olahraga yang baik untuk menunjang kesehatan dan kebugaran tubuh. Akan tetapi, kebiasaan bersepeda juga dapat mengancam kondisi sperma pada pria.

Penelitian yang dilakukan Andalusian Center of Sports Medicine dan University of Las Plmas menunjukkan bahwa terlalu lama duduk dan menggoes sepeda dapat menyebabkan kerusakan bera terhadap bentuk dan kualitas spermatozoid. Dampak negatif ini bisa mulai terlihat pada pria yang mengayuh sepeda sejauh 300 km per minggu.

Meski begitu, ahli kesuburan Paul Serhal mengatakan manfaat baik dari bersepeda bisa ‘menebus’ manfaat negatif yang ditimbulkan dari olahraga ini. Alasannya, Serhal mengatakan para pesepeda umumnya menerapkan pola hidup yang lebih sehat untuk menunjang jumlah sperma mereka. Studi pada 2014 lalu dari University College London juga belum berhasil menemukan hubungan antara bersepeda dan kesuburan.

Jauhi Pemandian Air Panas
Suhu optimal produksi sperma adalah 34,5 derajat Celsius atau beberapa derajat dari suhu normal tubuh. Oleh karena itu, mandi atau berendam dalam air hangat dinilai dapat menurunkan jumlah sperma pria. Hasil penelitian dari University of California menunjukkan bahwa lima dari 11 pria yang berhenti mandi air hangat mengalami peningkatan jumlah sperma hingga hampir 500 persen.

Minum Kopi Secukupnya
Tim peneliti dari Sao Paolo University di Brazil menemukan bahwa minum kopi dapat meningkatkan kecepatan sperma dalam ‘berenang’. Meski begitu, jumlah kopi yang diminum juga harus diperhatikan dengan seksama. Alasannya, penelitian lain menemukan bahwa konsumsi tiga cangkir kopi per hari justru dapat menyebabkan mutasi genetik pada sperma. Kondisi ini dapat berakibat pada susahnya sperma untuk membuai sel telur. (dikutif dari Republika.co.id)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.