Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Bupati Pelalawan HM. Harris meminta kepada kementerian PPN / Bappenas untuk mengakomodir usulan proposal pembangunan yang diajukan Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan. Banyak potensi yang bisa dikembangkan dan diselaraskan dengan agenda pembangunan nasional sesuai dengan semangat Nawa Cita.

Demikian diungkapkan HM. Harris dihadapan Menteri PPN / Bappenas Adrinov Chaniago pada pertemuan hari ini, Kamis (21/05/2015) di jakarta. “  kita juga mengajukan usulan program pembangunan untuk Kabupaten Pelalawan “ Ungkap Harris pada pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan itu Bupati Pelalawan HM. Harris meminta kesediaan Menteri PPN / Bappenas untuk bisa turun ke Pelalawan melihat pembangunan di Pelalawan “ saya meminta kesediaan pak menteri, untuk bisa langsung potensi yang ada di Pelalawan “ Papar Harris.

Pada pertemuan yang berlangsung lebih kurang satu jam tersebut, Harris memaparkan berbagai potensi yang ada di Pelalawan, mulai dari potensi wisata bono, kemudian program teknopark, PLTMG, PPIDK, dan lainnya lagi. Menteri Adrinov juga berkesempatan menyaksikan dahsat gelombang bono melalui tablet yang disuguhkan oleh Bupati HM. Harris.
Diakhir pertemuan, Bupati HM. Harris menyerahkan proposal dan kenang – kenangan berupa buku oleh Bupati kepada Menteri Adrinov.

Selain Bupati, sejumlah kepala dinas turut hadir pada pertemuan tersebut, diantaranya Yakni Kepala Dinas Kehutanan Dan perkebunan Hambali, Kadis PU Hasan Tua Tanjung, Kadis Budparpora H. Zulkifli, Ka. Bappeda Syahrul Syarif, Kadishubkominfo T. Ridwan, Kadis Pertanian Syahfalevi. ( rls – humas ).

By admin

One thought on “Bupati Harris minta Kementerian PPN/Bappenas Akomodir Proposal Pembangunan Pelalawan”
  1. Vestibulum vitae aenean ante. Lectus neque congue, mi mi natoque vivamus nostra. Cras enim ultricies, commodo sed vivamus. Aute vel feugiat odio in nunc mauris, nunc tortor aenean sed urna,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.