Wartawan ‘LasNeTo’ Trauma Akibat Ancaman Jurus Mabuk Plt Kominfotiks Rohil

Suaraburuhnews.com – Rohil – Wartawan LaserNewsToday.com (LasNeTo) bernama Alek, kondisinya saat ini masih trauma setelah adanya dugaan ancaman oleh Plt. Kadis Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian bernama HM beberapa hari yang lalu.

“Saya trauma dgn sikap Hermanto yg arogan mengancam saya pake jurus mabuk,” tulis Alek saat dikonfirmasi sbnc melalui aplikasi WhatsAppnya di nomor ponsel +62 813-7272-****.

Selain itu Alek juga berharap kepada petinggi di Kabupaten Rohil akan melakukan audensi untuk mendudukan persoalan ancaman ini kepadanya.

“Kita mau audensi dengan petinggi pemerintah untuk bisa dudukan perkara ini agar ke depannya ancaman maupun kekerasan tidak terjadi lagi,” kata Alek.

Sementara itu Bupati Rokan Hilir, Suyatno saat dikonfirmasi terkait permasalahan ini melalui aplikasi WhatsApp di nomor ponsel +62 822-8531 ****, mengatakan saya tidak tau. Kalau ada wartawan yang kurang puas terhadap Kadisnya tolong jumpai dia untuk diminta klarifikasi, kata Bupati Rohil.

Seperti dilansir LaserNewsTodpay, bahwa wartawan LasserNewsToday sedang bertugas, diancam oleh Plt Kominfotiks di mess Pemda Rohil dengan jurus mabuk.

Sikap yang tidak pantas yang dilakukan oleh HM, selaku Plt Kominfotiks atau pelaksana tugas Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian, di halaman mess Bupati pada Rabu 22 April 2020 sekira pukul 10:00 WIB, menambah baru catatan hitam, tindakan ancaman terhadap pers di pemerintahan Kabupaten Rokan Hilir – Riau yang dikenal dengan julukan negeri seribu kubah ini.

Dengan sikap yang menunjuk HM memberi isyarat memanggil Alek wartawan LasserNewsToday.com yang sedang bertugas, meliput kegiatan sosial Ikatan Keluarga Alumni Institut Pendidikan Dalam Negeri Rokan Hilir, usai acara penyerahkan bantuan paket buat warga seperti buruh, tukang becak, anak yatim, serta petugas posko pandemi Covid-19 di halaman mess Bupati, Jalan Perwira, Rabu (22/04/2020). di Bagan Siapi-api.

Di tempat kejadian, disaksikan langsung oleh beberapa awak media, HM dengan sikap yang kasar dengan kata – kata ancaman kepada wartawan LasserNewsToday, dikeluarkan ucapan berulang – ulang kali mengenai atas sebuah pemberitaan yang baru – baru ini telah terbit di media online LasserNewsToday terkait pemkab Rohil terkesan pilih – pilih bagi sembako buat wartawan.

”Kamu jangan macam – macam Lek, sudah sepuluh tahun saya berdampingan dengan awak media tidak pernah jumpa dengan mental macam awak ini, kamu wartawan apa yang tidak punya etika, sampai jam satu malam ber WA dengan sekda tengah – tengah malam, kamu jangan macam – macam Lek, jangan kau pikir aku sudah tua ini kamu pake jurus mabuk, walau aku sudah tua, aku belum hilang mabuk lagi, biar kau ptahu,” ucapnya.

Ditambahnya lagi, kau harus perbaiki berita yang itu, kau naikkan berita ini kalo perlu, tuliskan bahwa HM selaku Kadis Kominfo belum hilang mabuknya lagi,”pintanya.

Perkataan Hm, yang keras terhadap wartawan LasserNewsToday tersebut didengarkan dan disaksikan langsung oleh ketua koordinator wilayah (Korwil) FPII atau Forum Pers Independen Indonesia, yang pada saat itu berada tidak jauh dari lokasi kejadian dan beberapa insan pers yang lain juga hadir ditempat tersebut.

Di itempat terpisah, Kamis (23/04/2020) wartawan LasserNewsToday mewancarai Ketua Korwil FPII Rohil, Musmulyadi, mengatakan sangat menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh Plt kominfo kepada wartawan ini, dan perlu mengadakan audensi agar segala kemungkinan tindakan ancaman terhadap pers tidak terulang lagi.

”Kita akan meminta kepada petinggi pemerintah seperti Bapak Bupati dan Sekda untuk audensi mengenai sikap kasar dari Plt Kominfotiks kepada wartawan LasserNewsToday terkait sebuah pemberitaan yang telah terbit di media tersebut, agar mendudukkan persoalan untuk kita duduk bersama agar kedepannya ancaman maupun kekerasan terhadap pers tidak terulang lagi,” pinta Musmulyadi.

Ditambahnya lagi, pers juga merupakan pilar ke 4 demokrasi bangsa yang dilindungi oleh undang undang no 40 tahun 1999, dan pada pasal 4 didalam ayat 1 berbunyi kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, oleh sebab itu ia menegaskan semua pihak harus menghargai dan menghormati pemberitaan media sebagai bagian dari iklim demokratis, karena jika tidak setuju dengan konten atau materi pemberitaan, setiap orang diberikan hak untuk membantah atau meluruskannya dengan prosedur yang telah disediakan.

”Seperti menggunakan hak jawab, meminta koreksi, hingga melalui Dewan Pers atau Komisi Penyiaran Indonesia. Prosedur ini yang seharusnya digunakan oleh setiap pihak untuk menyampaikan keluhan atas apa yang diberitakan oleh media massa dan tidak memilih cara penyelesaian sendiri, apalagi dengan kekerasan,” tutupnya.***

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.