WARGA PERTANYAKAN KASUS BUMD PELALAWAN MENGAPA 1 ORANG DIHUKUM YANG LAIN MANA

🅖𝙖𝙡𝙖𝙠𝙨𝙞𝙥𝙤𝙨𝙩.𝙘𝙤𝙢 – Pelalawan – Warga Pelalawan pertanyakan kasus Tipikor (tindak pidana korupsi) di tubuh BUMD Tuah Sekata Pelalawan mengapa satu orang yang dihukum dan tersangka lain ke mana.

“Mengapa hanya satu orang yang dihukum yang lain mana” ujar Amir Yusuf yang juga Ketua LSM KPK  Nusantara Kabupaten Pelalawan kepada media ini, Selasa (23/11/2021) malam.

Kejari Pelalawan sebelumnya Nophy T South, SH, MH menyatakan di media bahwa kasus BUMD Pelalawan melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pelalawan, Andre Antonius, SH, MH,”Akan dijadikan tersangka 3 orang,” (Cakaplah.com/2402/2021).

Andre Antonius menerangkan, pihaknya sedang melakukan pengembangan dan pendalaman atas praktik rasuah di perusahaan plat merah ini. Penyidik kejaksaan memandang bahwa pihak yang bertanggungjawab atas timbulnya kerugian negara bukan hanya AF saja.

Ada indikasi keterlibatan oknum mantan pejabat maupun pegawai yang berperan dalam kasus tersebut. Korps Adhyaksa mengisyaratkan bakal ada penambahan tersangka dalam waktu dekat seiring dengan perkembangan penyidikan dan alat bukti yang ditemukan.

Kasus korupsi di BUMD Pelalawan diprediksi merugikan negara sekitar Rp3,8 miliyar.

Kasus Tipikor BUMD Pelalawan Majelis hakim pengadilan tipikor PN Pekanbaru menjatuhkan vonis 4 tahun 9 bulan penjara terhadap terdakwa Afrizal ST dalam kasus korupsi belanja BUMD Perusahaan Daerah Tuah Sekata Pelalawan. Hakim juga menetapkan uang pengganti yang wajib dibayar sebesar Rp 1,9 miliar dari total 3,8 miliar hasil perhitungan kerugian negara dalam perkara tersebut.

Putusan itu dibacakan majelis hakim dalam persidangan Selasa (19/10/2021). Trio hakim menyatakan Afrizal secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan jaksa penuntut.

Kejari Pelalawan Silpia Rosalina, SH, MH belum terkonfirmasi terhadap masalah ini. (R07).

Editor : Oslam

Foto : Afrizal saat ditahan Kejari Pelalawan.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.