Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Zakir alias Datil, 58 tahun petani cabe rawit yang dibilang berhasil saat ini. Dengan lahan sepempat hektare yang baru dipanen hasilnya sudah dapat 35 kg per hari.

Pantauan suaraburuhnews.com di lahan pertaniannya di belakang hotel Grand Pangkalan Kerinci Timur tanaman cabe rawitnya membentang luas. Walaupun saat ini yang berbuah diperkirakan baru seluas sepermpat hektare.

Awalnya lahan pertaniannya ini dulunya lapangan bola kaki. Namun lapangan tersebut berganti menjadi lahan pertanian cabe rawit. Seakan seperti disulap. Dulu lapangan bola kaki sekarang berubah menjadi kebun cabe.

“Memang dulu ini lapangan bola kaki, sekarang kita manfaatkan menjadi kebun cabe,” kata Zakir kepada suaraburuhnews.com, kemarin Jumat (15/12) sore.

Saat ini kebun cabe Wak Datil umurnya berbeda. Ada yang sudah berumur 50 hari, tiga puluh hari dan dua minggu.
Cabe yang sudah berumur 50 hari sudah dipanen selama seminggu lebih.
“Kita sudah panen cabe ini seminggu lebih. Hasil panen per hari rata-rata 30 kg,” kata Wak Datil.

Harga jual cabe di tempat per kilogram Rp 35 ribu. Setiap hari warga datang ke kebun Wak Datil untuk membeli cabe.

Selain menanam cabe di kebun Wak Datil juga menanam terong biru yang juga sudah dipanen.

Dari penjualan cabe rawit ini Wak Datil rata-rata per hari terkumpul uang Rp 1.050.000.
“Alhamdulillah hasilnya per hari bisa terkumpul satu juta rupiah lebih,” pungkasnya dengan wajah tersenyum manis.

Menurut infonya dengan berhasilnya Wak Datil mengelola kebun cabe ini sudah banyak meliriknya untuk menanamkan modalnya ke kelompok tani Melayu Jaya. Wak Datil terhimpun di kelompok Tani Melayu Jaya yang diketuai oleh dia sendiri. Dan saat ini kelompok tani ini sudah dibeberapa tempat menanam cabe dan terong. (sbnc/02)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.