Tomas Pelalawan Minta Kapolres Usut Tuntas  Kasus Surat Woodyard PT RAPP Tentang Covid 19 yang Meresahkan

Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Tokoh Masyarakat (Tomas) Kabupaten Pelalawan meminta Kapolres Pelalawan agar mengusut tuntas kasus surat yang keluarkan oleh Departemen Woodyard PT RAPP pada Hari Jumat kemarin Tanggal 20 Maret 2020.

‘Kita selaku tokoh masyarakat meminta Kapolres Pelalawan serius mengusut tuntas kasus informasi hoax yang dibuat oleh salah satu departemen PT RAPP,” kata Drs. HT Kashar Haroen kepada sbnc kemarin.

Mantan birokrat itu juga mengatakan,” Kita juga sudah melaporkan kasus ini pada Hari Senin (23/3/2020 -red) kemarin. Dan harapan kami sebagai mewakili masyarakat Pelalawan agar Kapolres Pelalawan menuntaskan laporan kami,” kata Drs. HT Kashar Haroen.

Harapan yqng sama juga disampaikan oleh Sekretaris Lintas RT – RW Kecamatan Pangkalan Kerinci, M. Jais, SPd.
“Laporan ini harus ditindaklanjuti. Apa dasar surat itu yang mengatakan 1 orang warga Pangkalan Kerinci positif Covid 19. Sedangkan dari Diskes Pelalawan saja tidak ada warga Kabupaten Pelalawan yang positif kena Covid 19,” kata M. Jais.

Lanjut M. Jais, “Kalau berita Hoax diproses secara hukum karena dia sudah membuat berita hoax. Kita selaku warga sangat mendukung telah dilaporkannya kasus ini ke pihak Kepolisian. Karena surat tersebut sudah membuat masyarakat Pangkalan Kerinci panik dan resah,” tutupnya.

Kapolres Pelalawan AKBP Muhammad Hasyim Risahondua melalui Paur Humasnya mengatakan bahwa pengaduan akan tetap ditindaklanjuti, dalam waktu dekat saksi akan di minta keterangannya.

Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya bahwa Karena meresahkan warga tokoh masyarakat Kabupaten Pelalawan melaporkan Woodyard Departemen ke Polres Pelalawan pada Hari Senin Tanggal 23 Maret 2020 kemarin.

“Kami sudah laporkan sesuai permintaan orang banyak sehubungan berita hoax yang membuat resah dan panik masyarakat ke Kapolres Pelalawan melalui humas polres Pelalawan untuk ditindak lanjuti
sesuai Maklumat Kapolri,” kata Adit didampingi; Datuk Kampar Diraja, Jasfar dan Drs. H. Tengku Kashar Haroen.

Menurut pelapor, H Eryadi mereka menindaklanjuti maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis yang  memerintahkan jajarannya untuk peka terhadap munculnya berita bohong atau hoax terkait virus Corona. Hoax dikhawatirkan membuat situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat terganggu.

“Pak Kapolri sudah bilang ke jajaran untuk berantas hoax. Jika terbukti secara hukum ada orang menyebar hoax, kita tegakkan hukum,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal saat berkunjung ke redaksi detikcom, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2020: detik.com).

Iqbal mengimbau kepada masyarakat untuk mengedepankan rasa empati dan bukan malah melakukan perbuatan yang merugikan masyarakat. Iqbal juga berharap masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan Corona pada pemerintah.

“Ya pasti akan banyak hoax terkait Corona. Makanya harus mengedepankan rasa empati, jangan malah memanfaatkan dengan tindakan tidak terpuji. Masyarakat dimohon tenang, jaga kesehatan dan percayakan penanganan virus ini pada pemerintah,” tutur Iqbal.

Sampai berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari manajemen PT RAPP terkait surat yang membuat masyarakat Kabupaten Pelalawan resah dan panik. (sbnc).

Poto: Tokoh masyarakat Pelalawan saat melaporkan kasus hoqx oleh Departemen Woodyard PT RAPP.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.