Suaraburuhnewa.com – Pekanbaru –  Cuaca belakangan ini cukup panas. Lahan kering mudah terbakar. Sampai pada hari Minggu (3/7), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyatakan terpantau 245 titik panas sebagai indikasi Karhutla di Pulau Sumatera. Kali ini, titik panas paling banyak terdapat di Sumatera Utara.

“Di Provinsi Sumatera Utara terpantau 112 titik panas dan ini paling banyak. Kemudian menyusul Sumatera Barat 47 titik dan Aceh 29,” sebut Kasi Base Ops Lapangan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru Mayor Ferry Duwantoro.

Dia menyebutkan, Riau sendiri juga terdapat titik panas sebanyak 26. Jumlah itu tersebar di Kota Dumai 1, kemudian Kabupaten Kampar 1, Pelalawan 3, Rokan Hilir 14, Kuantan Singingi 4, Indragiri Hulu 1 dan Indragiri Hilir 1.

“Titik panas yang terpantau satelit level confidence-nya di atas 30 persen. Untuk memastikannya, perlu pengecekan ke lapangan langsung dan melakukan penindakan berupa pemadaman jika ditemukan kebakaran,” sebut Mayor Ferry.

Dari seluruh titik panas di Riau, sebut Ferry, yang dipercaya sebagai titik api ada 14 dan tersebar di 6 kabupaten dan kota di Riau. Di wilayah tersebut sebaran titik panasnya berada di level 70 persen lebih.

Adanya titik api ini belum berpengaruh pada jarak pandang di Riau. Sejauh ini, jarak pandang di Pekanbaru masih 6 kilometer, kemudian Rengat 5 kilometer, Kota Dumai 6 kilometer dan Kabupaten Pelalawan 6 kilometer.

Ferry menyebutkan, pihaknya sudah menerangkan Air Tractor dan sejumlah helikopter untuk mengecek keberadaan titik panas di Riau. Ada beberapa lokasi yang sudah dipantau dan kemudian dikoordinasikan dengan Satgas Karhutla untuk pemadaman.

“Titik api paling banyak terdapat di daerah Limau Kapas, kemudian di Sungai Sembilan Dumai, Payung Sekaki dan Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir,” sebut Ferry.

Dengan adanya titik api ini, Ferry menyebut sejumlah helikopter sudah diterbangkan untuk melakukan waterbombing. Selanjutnya akan dibantu pasukan darat untuk menjaga api tidak muncul lagi.

“Saat ini, selain Air Tractor, helikopter MI-8 UR-CMI dan MI-171 UR-CMT melakukan water bombing di kawasan Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir supaya kebakaran tidak meluas,” sebut Ferry.

Selain wilayah tersebut, titik panas berdasarkan pantauan satelit terdapat di Provinsi Bengkulu 15, Jambi 10, Lampung 2 dan Sumatera Selatan 4.***

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.