Makassar РSadis. Satu keluarga yang berjumlah 6 orang tewas terpanggang di dalam rumahnya di Makassar, Sulsel. Ternyata kebakaran itu disengaja karena terkait utang-piutang narkoba. Salah satu korban yang mati terbakar, Fahril, ternyata punya utang ke bos narkoba Daeng Ampuh, yang sedang menghuni LP.

“Komunikasi tersangka Andi Muhammad Ilham dengan Daeng Ampuh untuk melakukan penagihan kepada Fahri (korban kebakaran),” kata Kapolrestabes Makassar, Irwan Anwar, di Makassar, Senin (13/8/2018).

Daeng Ampuh diketahui sebagai narapidana di Lapas Kelas I Makassar terkait kasus narkoba. Sedangkan Andi Muhammad Ilham adalah rekan Daeng Ampuh, yang merupakan eksekutor lapangan.

Dalam percakapan keduanya, Daeng Ampuh menyebut Fahri memiliki utang jutaan rupiah karena sempat memesan beberapa paket sabu kepadanya.

“Setelah mendapat perintah dari Daeng Ampuh, Andi Muhammad Ilham kemudian mengajak rekannya, Ramma, untuk melakukan penagihan,” terangnya.

Setelah bertemu, Fahri berjanji akan membayar utangnya itu dan meminta para eksekutor lapangan datang ke rumahnya untuk mengambil uang. Sementara itu, Andi Muhammad Ilham pun mendapatkan informasi bahwa Fahri akan melarikan diri ke Kendari.

“Atas informasi itu, Daeng Ampuh berkirim pesan ke Andi Muhammad Ilham untuk membunuh Fahri,” kata Irwan.

Maka, Andi pun bersama rekan rekannya mendatangi rumah Haji Sanusi, yang merupakan kakek Fahri.

“Tersangka Andi pun membakar rumah Haji Sanusi bersama tersangka lainnya yang masih DPO, Ramma,” ucapnya.

Niat hati membunuh Fahril, tapi lima orang lainnya di rumah tersebut ikut tewas terpanggang. Berikut ini enam korban yang tewas saat kebakaran pada 6 Agustus lalu:

1. H Sanusi 75 tahun
2. Hj Bondeng 70 tahun
3. Hj Musdalifa 40 tahun
4. Hijas 6 tahun
5. Mira 18 tahun
6. Fahril (bandar narkoba).

Sumber : detikNews

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.