Takicuh di Nantarang

Kritikan 4 Pejabat Nasional Turun ke Riau

Opini

Lagu daerah ini pernah populer beberapa tahun yang lalu. Karya Dasri Sahira ini yang dilantunkan oleh artis Ratu Sikumbang pada saat ini sering dilantunkan oleh masyarakat luas di saat pesta rakyat. Dan lagu ini sangat mengenak di hati pengemarnya.

Namun kami kali ini tidak mengupas nyayian Takicuh di Nantarang karya Dasri Sahira itu. Namun kami kaitkan dengan kedatangan 4 pejabat negara saat berkunjung ke Riau kemarin Selasa (13/8).

Riau sampai saat ini sedang dilanda bencana asap. Seakan tak bisa diatasi bencana ini maka berkunjunglah 4 pejabat penting negara tersebut ke Riau khususnya di Kabupaten Pelalawan.

Asumsi kami sebelumnya bahwa empat pejabat negara yang turun ke Riau ini akan membawa udara segar bagi masyarakat Riau.

Mengapa demikian, pikiran awam kami
bahwa bila empat pejabat negara itu menyatukan tujuan untuk mengusir asap maka insya Allah asap akan hilang di Bumi Lancang Kuning ini.

Tapi apa hendak dikata harapan jauh dari harapan. Kekesalan dan kekecewaan muncul dari masyarakat. Seperti yang di sampaikan oleh salah satu LSM FORMASI RIAU.

Awal kekecewaan FORMASI RIAU itu ketika agenda diskusi dan dialog 4 pejabat pusat itu dengan masyarakat Riau dibatalkan mendadak. Pada hal dalam Undangan Bupati Pelalawan Nomor/005/ Prot/VIII/2019 telah diagendakan Pengarahan Panglima TNI dan Kapolri dalam Kunjungan Kerja
di Wilayah Propinsi Riau.

Sampai detik ini tak tau mengapa agenda penting itu dibatalkan. Ada kabar burung agenda ini dibatalkan diduga disebabkan akan terkuaknya ‘ Sawit Kotor’ di Riau. Salah satu penyebab karhutla dan asap. Karena takut dengan itu maka dibatalkanlah sesi dialog tersebut.

Sekda Pelalawan, H. Tengku Muklis saat ditanya mengapa sesi dialog dengan 4 pejabat pusat itu dibatalkan, tak bisa memberikan jawaban pasti.
” Kami hanya penyedia tempat dan kosumsi. Mengenai pembatalan sesi acara dialog pemda Pelalawan tidak tau,” jawabnya.

Sepertinya bagi masyarakat Riau kehadiran 4 pejabat negara itu menurut hemat kami belum ada manfaatnya. Kehadiran mereka hanya melakukan kunjungan dilokasi kemudian poto-potp dan pulang.

Yang lebih parahnya setelah mereka pulang asap bukan semakin berkurang malahan semakin menjadi-jadi dari hari-hari sebelumnya. Beberapa titik hotspot makin terus terjadi. Seperti di Pangkalan Kerinci, Desa Tambak dan lainnya.(sbnc-opini)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.