Suaraburuhnews.com – Pekanbaru – Sejumlah masyarakat Rokan Hulu (Rohul) bentrok fisik dengan perusahaan perkebunan sawit PT MAI yang berbatasan dengan Riau. Satu satpam dari pihak perusahaan tewas.

“Bentrok terjadi kemarin sore satu Satpam pihak perusahaan tewas,” kata Kapolres Rohul, AKBP M Hasyim Risahondua kepada wartawan, Rabu (15/8/2018).

Petani dari Desa Batangbumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terlibat bentrok dengan pekerja PT Mazuma Agro Indonesia (MAI).‎

Bentrokan antara petani Rohul dengan pekerja PT. MAI berlokasi di Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padanglawas di perbatasan antara Provinsi Riau dan Sumatera Utara (Sumut) terjadi Selasa (14/8/2018).‎.

Karyawan yang mengalami luka telah dilarikan ke UGD RSUD Rokan Hulu dan tengah menjalani perawatan pihak rumah sakit.

Direktur RSUD Rohul dr Novil,‎ mengatakan sebelum mendapat pertolongan medis dan dirawat di RSUD Rohul, dua karyawan perkebunan kelapa sawit yang mengalami luka-luka sempat dibawa ke Puskesmas Tambusai.

Sedangkan untuk korban meninggal, menurutnya hanya dibawa sampai ke Puskesmas Tambusai.

Sementara, Dokter Jaga UGD RSUD Rohul, dr Nadi mengungkapkan, kedua korban diantar ke UGD‎ menggunakan dua ambulans Puskesmas Tambusai sekitar pukul 14.30 WIB.

Keduanya langsung mendapatkan penanganan medis. Nadi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, korban bernama Sugiarto mengalami 3 luka benda tajam di bagian dahi dan luka robek di bagian bibir.

Sedangkan korban Budi Priyatna mengalami luka robek di bagian dahi akibat benda tumpul, luka lecet di bagian pipi dan luka robek di bagian bibir.

‎”‎Keduanya tetap dirawat di sini (rawat inap), dirawat di ruang Cempaka, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” jalas dr. Nadi.

Dirinya juga mengaku, Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua dan sejumlah perwira Polres Rohul sudah menjenguk kedua korban saat di UGD RSUD Rohul.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, bentrokan antara petani Kali Kapuk Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rohul dengan karyawan PT MAI Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Palas, Sumut, terjadi pada Selasa siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Awalnya, ratusan petani Kali Kapuk yang didominasi kaum pria diduga sedang melakukan panen raya kelapa sawit di lahan konflik yang ada di perbatasan antara Riau-Sumut.

‎Aksi petani mendapat perlawanan dari pihak sekuriti dan karyawan PT MAI. Berawal keributan mulut dan berakhir dengan bentrok fisik, bahkan sampai menggunakan senjata tajam dan senjata tumpul.

Karena kekuatan tidak seimbang, setelah ada korban jiwa dan korban luka-luka, para sekuriti dan karyawan ‎memilih meninggalkan lokasi keributan.

Pascakeributan, Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIK MSi, bersama Kapolsek Tambusai AKP Yuli Hasman S. Sos dan anggota, serta‎ personel Koramil 11/Tambusai datang ke TKP, mengecek kronologis kejadian.

Permasalahan bentrok kedua kubu sendiri sudah ditangani pihak Polsek Tambusai dan Polres Rohul, serta kepolisian di Sumut.

Bentrokan antara petani di Desa Batang Kumu dengan karyawan PT. MAI sudah terjadi sekian kalinya.

Ribut mulut sampai bentrok fisik terjadi dampak dari konflik yang sudah terjadi puluhan tahun. Namun tak kunjung ada penyelesaian.

Sebelum bentrok, jauh hari sebelumnya, warga atau petani di Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai sendiri pernah melaksanakan aksi damai ke Kantor Bupati dan DPRD Rohul.

Namun, aksi damai tersebut belum mendapat penyelesaian dari pemerintah pusat, meski Pemkab Rohul dengan Pemkab Palas, atau Pemprov Riau dengan Pemprov Sumut telah melakukan beberapa pertemuan. (sbnc/02).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.