Ribuan Buruh Geruduk Gedung DPR Hari Ini

Ribuan buruh dari Jabodetabek bakal menggeruduk gedung DPR RI pada Senin (9/11/2020). Aksi itu merupakan kelanjutan dari aksi-aksi sebelumnya.

Mereka menyasar gedung DPR karena menuntut wakil rakyat untuk melakukan legislatif review Omnibus Law UU Ciptaker yang terbukti banyak kesalahan, meskipun telah ditandatangani Presiden Jokowi.

Kabar adanya aksi buruh besok disampaikan Ketua Departemen Media dan Komunikasi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar S Cahyono. Dia mengatakan, aksi demonstrasi besok itu ditujukan ke DPR untuk menuntut dilakukannya legislatif review UU kontroversial itu seperti yang dilansir media oposisi cerdas com.

“Agendanya menuntut dibatalkannya UU tentang Cipta Kerja melalui mekanisme legislatif review dan kenaikan upah minimum tahun 2021,” katanya Minggu malam (8/11/2020).

Selain menyambangi DPR, buruh juga kembali mendatangi kantor Kementerian Tenaga Kerja. Mereka menuntut Ida Fauziah menetapkan upah minimum tahun 2021untuk tetap dinaikan. Mereka menolak wacana agar menunda kenaikan upah minimum lantaran perekonomian sedang buruk akibat pandemi Covif-19.

“Harus tetap naik,” kata Presiden KSPI Said Iqbal beberapa waktu lalu.

Berdasarkan kajian KSPI, UU yang diparipurnakan 5 Oktober lalu itu merugikan buruh dan pekerja. Mulai dari kembali berlakunya sistem upah murah, hilangnya batas waktu kontrak bagi pekerja yang membuka peluang kontrak seumur hidup, outsourcing seumur hidup, dan nilai besaran pesangon dikurangi.

Karena itu, KSPI pimpinan Said Iqbal mendesak dilakukannya pembatalan melalui mekanisme legislatif review UU tersebut.

“Kami juga menuntut DPR menerbitkan legislatif review UU Ciptaker dan melakukan kampanye atau sosialisasi isi pasal UU Ciptaker yang merugikan kaum buruh tanpa melakukan hoax atau disinformasi,” tegasnya.

Dia mengatakan, aksi demonstrasi mereka dilakukan dengan cara damai dan terukur. Mereka memastikan tak akan melakukan protes dengan cara-cara kekerasan. Demo buruh, kata dia, sejauh ini masih konstitusional.

“Aksi ini nonviolence, terukur, terarah, dan konstitusional. Aksi ini dilakukan secara tertib, damai dan menghindari anarkis,” ujarnya.

Editor: Oslam

Foto: Sejumlah buruh dari berbagai aliansi melakukan demonstrasi dengan memakai pakaian adat di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta, Rabu (28/10/2020). | AKURAT.CO/Endra Prakoso.

 

 

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.