Suaraburuhnews.com – Pekanbaru – Penjaga warnet, Andre dikeroyok Orang Tak Dikenal (OTK) pada waktu dini hari tadi, Minggu 18 Desember 2016.

Akibat pengeroyokan itu Andre, mengalami luka lebam di wajah, usai dikeroyok beberapa orang tak dikenal. Entah apa pemicunya, tawuran jalanan yang tak seimbang itu akhirnya dibubarkan polisi.

Warga Jalan Sumber Sari Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru, Minggu dinihari sontak berhamburan ke luar, setelah mendengar keributan di jalan. Saksi mata mengatakan, ada sekitar belasan orang berlarian mengejar remaja tersebut.

Bahkan orangtua Andre, bernama Yoserizal mengungkapkan, anaknya dipukuli dan dikejar sekelompok orang yang membawa kayu dan senjata tajam. Beruntung korban sempat masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan diri.

“Dipukul anak saya. Dari depan, belakang, samping juga. Kabur dia ke dalam rumah. Saya kira ada apa. Mereka bawa senjata tajam. Itu ngejar sampai ke dalam,” ungkap Yoserizal di lokasi kejadian, seperti yang dilansir GoRiau.com

Sementara menurut Andre, keributan awalnya dipicu saat ia menjaga warnet, tak jauh dari rumahnya, Jalan Sumber Sari. “Diganggu saya, orang itu kayak bawa alat setrum. Terus nggak tahu berikutnya saya dipukuli. Saya lari dan dikejar pakai sepeda motor,” kisah dia.

Aparat Polsek Limapuluh yang mendapat laporan adanya tawuran, langsung meluncur ke lokasi. Bahkan nyaris terjadi kegaduhan ketika itu, di mana polisi sempat dihalang-halangi oleh salah seorang saudara korban bernama Ruben.

Ruben enggan adiknya dibawa polisi, padahal niat aparat adalah untuk mengevakuasi korban sesegera mungkin dari lokasi kejadian, guna menghindari tawuran susulan. Ia berusaha melawan petugas, hingga akhirnya terpaksa ikut dibawa ke Mapolsek.

Setelah suasana kondusif, pihak kepolisian lantas membubarkan kerumunan warga, yang sejak awal berjubel di jalan untuk menonton kejadian tersebut.

Sementara di Mapolsek Andre dimintai keterangannya, dengan didampingi sang ayah. Sedangkan Ruben, diceramahi aparat terkait sikapnya yang berusaha menghalangi tugas kepolisian.

“Sesuai keterangan tadi, kita sedang selidiki siapa pelakunya,” sebut Kapolsek Limapuluh, Kompol Rinaldo Aser, melalui Kanit Reskrimnya, Ipda M Bahari Abdi, usai kejadian ini.
Editor : HM. Rojuli
Poto : GoRiau

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.