Pekikan Merdeka dalam Asap

MERDEKA! Kata bernada tinggi dan mengguntur itu begitu sering diucapkan pemuda Indonesia semenjak republik ini lahir via Proklamasi 17 Agustus 1945. Satu kata ini juga seolah jadi suntikan penyemangat tersendiri bagi berbagai generasi negeri kita untuk mengusir penjajah.

Merdeka (kata benda) di saat suatu negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya.

Merdeka (kata benda) di saat seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain lagi.

Kemerdekaan berasal dari kata Merdeka yang artinya bebas, tidak terikat, atau tidak dijajah, dapat diartikan lepas dari segala ikatan yang tidak pantas/layak, sehingga menjadi bebas untuk menentukan nasib sendiri demi segala kebaikan.

Kata merdeka berasal dari bahasa Sansekerta Mardika yang artinya pandai, terhormat, bijaksana dan tidak tunduk kepada sesorang sealin raja dan Tuhan.

Dalam bahasa Melayu Merdika berati bebas, baik dalam pengertian fisik, kejiwaan, maupun dalam arti politik. Dalam pengertian negara, kemerdekaan dapat pula diartikan sebagai keleluasaan bagi setiap warga negaranya untuk terlibat dalam kegiatan politik dan sosial kemasyarakatan, tanpa adanya berbagai paksaan atau tekanan dari pihak masyarakat dan pemerintahan/negara.

Pidato Bung Tomo pada 10 November 1945 menjadi penyemangat arek-arek Suroboyo untuk bangkit melawan, dan tidak gentar oleh serangan 30.000 pasukan Inggris yang dilengkapi dengan senjata canggih. Dengan keyakinan yang tinggi, serta semboyan merdeka atau mati, arek-arek Suroboyo pantang menyerah dan dengan gagah berani melawan pasukan Inggris di Surabaya.

Pekikan merdeka di negeri ini sengau, ngap-ngap, harus menarik napas panjang, tak mengema lagi.

Sudah sekian lama tenggorokan kami sakit ISPA. Bernapas
sesak, mata sudah perih. Karena mereka sudah tau hari-hari asap menyelimuti langit kami kami.

Merdeka untuk kami itu seperti apa, hanya meraba-raba dalam asap, dalam impian. Sudah cukup tua negara ini merdeka. Namun kemerdekaan yang macam mana yang kami rasakan.

Keadaan hari ini. Di sana sini penuh asap. Dada sudah sesak. Dalam senyap dan berasap kami hanya berucap merdeka.(sbnc/opini).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.