Suaraburuhnews.com – Kendari – Kalau ajal sudah datang apapun bisa terjadi. Seperti yang terjadi baru-baru ini, Kapolsek Sampoabalo Buton, Sulawesi Tenggara, Iptu Suwoto tak sengaja menembak anak buahnya sendiri, Brigadir Sanusi, hingga tewas saat memberikan tembakan peringatan dalam melerai tawuran pelajar. Jajaran Polres Buton pun merasa kehilangan atas kepergian Brigadir Sanusi.

Sebagaimana yang dilansir detikNews.com, Kapolres Buton, AKBP Andi Herman menilai jika almarhum semasa hidupnya merupakan sosok yang disiplin dalam menjalankan setiap tugas yang diamanahkan. Tak pernah ada penilaian buruk terhadap Brigadir Sanusi.

“Saya sudah dua tahun menjabat sebagai kapolres, namun laporan buruk tentang almarhum tidak ada, almarhum juga tidak pernah ada cacat atau penilaian buruk, dedikasinya sangat tinggi sangat menjalankan tugas di lapangan,” kata Herman.

Jajaran Polres Buton saat ini masih merasa kehilangan atas kepergian almarhum. Namun, ia berharap agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. Herman berharap seluruh jajarannya lebih berhati-hati saat berada di lapangan.

Brigadir Sanusi meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berusia lima tahun. Salah seorang kerabat Brigadir Sanusi, La Awu mengatakan jika keluarga juga telah ikhlas atas kepergian almarhum yang dinilai pergi dalam keadaan membanggakan.

“Semua sudah diatur dari yang Maha Kuasa, kita tidak bisa berbuat apa-apa atas takdir yang sudah digariskan,” ujar La Awu.

Poto : Alm. Brigadir Sanusi semasa hidup. Foto: dok. Polsek Sampoabalo

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.