Mayat Tergeletak di Jalan Amanah Kerinci Kota Tidak Disebabkan Virus Corona

Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Warga Pangkalan Kerinci yang meninggal tergeletak di Jakan Amanah Pangkalan Kerinci Kota Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Riau pada Hari Kamis Tanggal (9/7/2020) sekira pukul 17.00 WIB kemarin tidak terinfeksi Virus Corona.

Dikonfirmasi sbnc dengan Kadiskes Kabupaten Pelalawan, H. Asril, SKM, MKes danJuru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pelalawan, mengatakan korban meninggal secara biasa, kata Asril.
“Meninggal secara biasa,” jelas Asril.

Selain itu Kadis Kesehatan itu juga menambahkan, bahwa pemakaman korban juga secara biasa. “Pemakamannya secara biasa,” tutup Asril.

Seperti yang diberitakan di media ini bahwa sesosok mayat ditemukan warga tersebut bernana Memet (33) warga Jalan Seminai Kelurahan Kerinci Kota Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan.

Almarhum ditemukan warga tergeletak tidak bernyawa di Jalan Amanah Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota.

Kapolsek Pangkalan Kerinci, AKP Novaldi, S Sos. MSi dikonfirmasi sbnc membenarkan adanya ditemukannya sesosok mayat laki-laki okeh warga tergeletak dan sudah tak bernyawa.

“Benar ditemukan mayat tergeletak di Jalan Amanah oleh warga” kata Kapolsek Pangkalan Kerinci.

Mendapat laporan dari warga, jajaran Polsek Pangkalan Kerinci langsung turun ke TKP.

Kapolsek menambahkan, kronologis penemuan mayat tersebut yaitu menurut keterangan saksi, Prayono pada saat ia melitas di Jalan Amanah ia melihat korban tergeletak dengan kondisi telentang di pinggir jalan dan sepeda motor milik korban jenis Honda Astrea Star Nomor Polisi BM 3381 AA warna hitam dalam keadaan terparkir.

Selain itu ditemukan dekat sepeda motornya obat sesak nafas merk Neo Napacin. Karena Prayono kenal dengan korban lalu ia menghubungi Yopi Tamela yang merupakan orang yang mengurus hidup korban.

Menurut keterangan saksi Yopi Tamela bahwa korban memiliki riwayat penyakit asma.

Menurut informasi yang di rangkum korban di Pangkalan Kerinci hidup sebatang kara dan tidak memiliki keluarga. Sehari-harinya bekerkerja di salah satu ternak kambing di Jalan Seminai. Dan keberadaan keluarga korban tidak diketahui Yopi Tamela.

Ditulis : Rojul
Editor : Aps
Poto : Istimewa

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.