Suaraburuhnews.com – Inhil – Mayat tanpa identitas ditemukan di kebun kelapa sawit warga. Penemuan mayat itu, warga Desa Tukjimun, Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan tanpa identitas tersebut. Tubuh korban terlihat tidak utuh, dan kepala korban dalam bentuk tengkorak.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dolifar Manurung mengatakan, mayat perempuan ini pertama kali ditemukan oleh warga bernama Anto yang hendak memanen buah kelapa sawit dan mencium bau bangkai yang sangat menyengat.

“Saksi (Anto) mencari sumber bau tersebut dan menemukan mayat berada di bawah pohon sawit dengan posisi terlentang,” ujar Dolifar, Minggu (4/12/2016) seperti dikutif SBNC ┬ádari Potretnews.com.

Anto pun kaget, kemudian langsung memberitahukan kepada rekannya Unispar bahwa ada sesosok mayat perempuan yang ditemukannya di kebun sawit sudah dalam keadaan membusuk.

Keduanya kemudian mendekati mayat tersebut untuk memastikan sosok mayat tersebut ternyata benar jasad seorang perempuan.

“Setelah diberitahukan ke Kepala Desa Tujimun, masyarakat baru mengetahuinya, setelah itu berbondong-bondong warga pergi ke lokasi penemuan,” ucap Dolifar.

Petugas Polsek Kemuning yang mendapat laporan warga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad wanita tanpa identitas tesrebut ke RS Bhayangkara Pekanbaru guna keperluan otopsi.

Menurut Dolifar, kondisi mayat saat ditemukan sudah dalam keadaan sangat rusak dan wajahnya sudah tak lagi dikenalkan oleh warga. “Diperkirakan mayat perempuan itu sudah lebih dari empat hari di lokasi kejadian,” ujarnya.

Atas penemuan ini, Polisi menghimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya, agar segera melaporkan ke Polsek Kemuning atau Polres Inhil.

Pasalnya, hingga kini identitas temuan mayat belum diketahui saat ditemukan tidak ditemukan tanda pengenal pada diri korban. “Kita masih menyelidiki apakah ini korban pembunuhan atau bagaimana, petugas masih bekerja di lapangan,” pungkasnya.***

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.