Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Langit Pelalawan masih diselimuti asap tebal. Kondisi asap dua hari ini cukup tebal dibandingkan kabut asap sebelumnya. Kondisi asap ini semakin memperparah kabut asap di Kabupaten Pelalawan.

Kabut asap sungguh memedihkan mata dan sesak dada. Sudah bergelimpangan warga terkena penyakit ISPA dan penyakit lainnya. Ribuan warga Pelalawan terjangkit sesak napas. Setiap hari penderita penyakit pernapasan semakin hari bertambah terus.

Ironisnya kabut asap yang jelas – jelas merusak kesehatan, menganggu roda perekonomian rakyat namun kebijakan konkrit dari Kepala Negara sepertinya tidak ada.

Bandara udara Sultan Syarief Kasim (SSK) lumpuh. Puluhan penerbangan dibatalkan gara – gara kabut asap. Jarak pandang terhalang oleh kabut asap yang tebal. Ada jarak pandang 30 meter, ada 50 meter dan tergantung lokasi.

Lalu bagaimana mengatasi kabut asap ini? Dikabarkan Pemerintah pusat sudah meminta bantuan ke negara asing untuk mengtasi kabut asap ini. Dan menurut pemberitaan bahwa bantuan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan dari negara tersebut sudah diturunkan.

Tapi setelah diturunkan bantuan dari negara asing tersebut mengapa kabut asap tak hilang? Pemadaman titik api di propinsi Sumatera Selatan sudah dilakukan oleh negara asing, namun manfaatnya sampai saat ini belum ada dirasakan masyarakat.(Rj)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.