Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Lama nian kabut asap menyelimuti Kabupaten Pelalawan, Pulau Sumatra dan Kalimantan pada umumnya. Seperti dibiarkan saja. Sepulang Jokowi Presiden Republik Indonesia dari peninjauan kebakaran lahan di Rimbo Panjang Kabupaten Kampar seminggu yang lalu, harapan rakyat akan ada kebijakan strategis untuk menghilangkan asap di bumi Sumatra dan Kalimantan. Namun harapan itu sirna dan rakyat tetap diracuni asap.

Apakah seorang Kepala Negara membiarkan rakyatnya tetap keracunan oleh asap? Tiga bulan rakyat disuguhkan dengan kabut asap setiap hari. Tak sedikit lagi yang sudah menjadi korban akibat asap. Jutaan Anak – anak, orang dewasa terkena penyakit ISPA. Sungguh kepala negara tanpa rasa memiliki semua penderitaan yang dialami rakyatnya.

Dari aspek hukum, perusahaan mana yang sudah diberikan sanksi tegas oleh POLRI yang terang – terang membakar lahannya? Banyak ditemukan di lapangan lahan perusahaan terbakar tetapi perusahaan tersebut tidak diberikan sanksi oleh penegak hukum.

Kalau warga yang membakar lahan sekali dalam 24 jam langsung ditangkap. Tetapi kalau perusahaan yang membakar lahanya mengapa tidak sekali dalam 24 jam diproses?

Sungguh hukum seperti mata pisau, ke bawah tajam tetapi kalau ke atas tumpul. Apabila kondisi ini tetap bertahan maka kabut asap tak akan lenyap dari penderitaan rakrat dan bahkan bertambah parah. Karena diatas penderitaan rakyat banyak aparat bermain untuk kepentingan. Begitu juga negara lebih melindunggi perusahaan membakar lahan dari pada membuat kebijakan untuk kepentingan rakyat yang terkena kabut asap.(rj)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.