Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Pelaku pembunuh aktivis lingkungan dan anti korupsi, Daud Hadi (50) tewas menganaskan bulan April lalu ditangkap Polres Pelalawan, Rabu (4/7).

Tak tanggung-tanggung motif pembunuhan ini bisa dibilang sepele dan hanya faktor mengkritisi kebijakan yang dibuat aparat Desa Sialang Godang, Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan.

Belum jelas kebijakan desa berbentuk apa yang dikritisi almarhum Daud Hadi sehingga membuat aparat desa ini tega melakukan pembunuhan berencana dan bersama terhadapnya.

Berdasarkan konferensi pers Kapolres Pelalawan AKBP Kaswadi Irwan siang ini Kamis (5/7) di Mapolres Pelalawan bahwa otak pembunuhan ini adalah TS yang juga mempunyai jabatan penting Desa Sialang Godang.

Karena almarhum Daud Hadi sering mengkritisi kebijakan desa maka TS menaruh dendam kepada Daud Hadi. Dendam TS dilakukanya dengan cara mencari pembunuh ‘bayaran’ untuk menghabisi nyawa Daud Hadi.

Dan didapatlah dua Eksekutor pembunuhan oleh TS. Pertama bernama YS (33) sudah ditangkap ditahan di Mapolres Pelalawan. Sedangkan satu lagi bernama S sedang DPO.

TS melakukan transaksi keuangan dengan YS untuk menghilangkan nyawa korban dengan imbalan Rp.10 juta. Tata cara pembayarannya panjar Rp. 4 juta dan setelah melaksanakan tugas baru dibayar Rp.6 juta.

Pelaku dijerat pasal 340 susider 388 KUH Pidana dengan pembunuhan dilakukan secara bersama-sama ancaman 20 tahun penjara.

Sesosok mayat Daud Hadi ditemukan istrinya dan warga dini hari Selasa (10/4) sekira pukul 03.15 WIB yang tak jauh dari rumah korban Desa Sialang Godang Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan propinsi Riau.

Bagian kepala sebelah kanan dekat telinga almarhum ditemukan luka menganga sepanjang lebih kurang 10 cm yang diduga kena bacok benda tajam (sbnc/01).

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.