Suaraburuhnews.com – Bangkinang –¬†Ada-ada saja. Tak tau motifnya apa, Seorang pria berumur 38 tahun, oknum pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, terpaksa berurusan dengan aparat berwajib, setelah melakukan pengancaman menggunakan replika senjata api, yang ternyata cuma pemantik api.

Oknum berinisial IW alias IS Ini diamankan polisi dari kantornya, di Dinas Kesehatan, Jalan A Rahman Saleh, Bangkinang, Kabupaten Kampar, Senin 19 Desember 2016. Bahkan saat itu, IS masih memakai seragam PNS. Ia pun langsung dibawa ke Polsek Kampar untuk dimintai keterangan.

Peristiwa pengancaman itu bermula ketika korbannya bernama Ijal bersama temannya Angkok hendak pergi menuju Air Tiris dengan mengendarai sepeda motor melewati Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang.

Saat mereka tiba wilayah Sei Putih Kelurahan Air Tiris, tiba-tiba datang dari arah belakang sebuah mobil yang dikemudikan pelaku. Entah apa pasalnya, Is menghidupkan klakson panjang terus menerus.

Mengetahui itu, Ijal kemudian menghentikan sepeda motornya dan berhenti di bahu jalan. Saat itu lah Is melontarkan kata-kata kotor dan memaki korban. Mendapat perlakukan yang tidak menyenangkan ini, Ijal pun menyuruh Is turun dari mobil.

Bukannya mereda, emosi Is justru makin meledak-ledak. Ia terlibat cekcok dengan korban serta melontarkan kata-kata ancaman. Saat itu lah tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api dan menodongkannya ke arah Ijal. Pistol itu belakangan diketahui cuma pemantik api.

Tak ingin terjadi apa-apa, teman Ijal pun akhirnya membujuk korban untuk pergi. Namun Is yang belum puas terus mengikutinya dari belakang dengan menggunakan mobil miliknya. Bahkan motor korban juga nyaris ditabrak.

“Setelah dilaporkan, kita langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan yang bersangkutan saat berada di kantor Dinas Kesehatan Kampar,” ujar Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi melalui Kapolsek Kampar, AKP Hendri Suparto, dikutif SBNC di GoRiau.

“Kita geledah mobilnya dan berhasil menemukan sepucuk replika senjata api jenis revolver berupa mancis yang diduga digunakan untuk mengancam korban,” pungkasnya Senin malam.***

Poto : GoRiau

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.