DPP APKASINDO: PT NWR Gunakan Hatimu Ketika Bertindak

Suaraburuhnews.com – Pekanbaru – Menyoroti arogansi PT NWR salah satu anak perusahaan PT RAPP dalam produksi tanaman akasia baru-baru ini menjadi sorotan publik. Perusahaan ini telah menyulut konflik baru pasca eksekusi yang dilakukan KLH Propinsi Riau antara PT NWR vesus PT PSJ beberapa bulan yang lalu.

Belum lagi hilang kepiluan dan kesedihan para petani plasma kelapa sawit akibat eksekusi lahan mereka, sekarang PT NWR membuat luka baru bagi petani di Desa Segati Kecamatan Lannggam Kabupaten Pelalawan.

Tak tega melihat kondisi anggotanya di lapangan diperlakukan seperti itu oleh koorporasi itu DPP APKASINDO (Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia), angkat bicara.

Menaggapi hal ini Ketua Bidang Pengembangan dan Penelitian DPP APKASINDO, Dr. M. Amrul Khoiri, SP.,MP.,C.APO mengatakan kepada sbnc di jejaringan pripadinya (japri) melalu aplikasi WhatsApp Minggu (28/6/2020) bahwa sebaiknya semua pihak menahan diri, tak terkecuali PT.NWR. “Sebaiknya semua pihak menahan diri, tak terkecuali PT NWR,” katanya.

“Bukankah Presiden Jokowi saat berkunjung ke TAHURA Sultan Syarif Hasyim (21/02/2020) kemarin sudah langsung mengatakan supaya semua permasalahan yang ada dicarikan solusinya?” ujar Amrul yang sehari-hari bekerja sebagai Dosen Pascasarjana dan Dosen Pertanian Universitas Riau.

“Apalagi saat ini negara sedang focus menanggulangi dampak Covid-19, terkhususnya di Riau semua stakeholder pemerintahan bertukuslumus mengatasi dampak Corona ini, belum lagi musim kemarau yang sudah di depan mata, tentu semua aparat hukum focus mencurahkan perhatiannya untuk pencegahan Karhutla di Riau,” tambahnya lagi.

“Saat Pandemi Covid ini semuanya harus menunjukkan rasa empati atas musibah dunia ini, jangan malah PT NWR menambah persoalan baru. Saya tidak masuk ke ranah hukumnya, namun saya menghimbau supaya ‘menggunakan hati ketika bertindak’,” ungkapnya lagi.

“Ayo PT NWR tunjukkan merah putihmu, jangan hanya mementingkan kepentingan sendiri. Kami secara organisasi akan melakukan kajian perihal dampak dari persoalan antara PT NWR dengan PT PSJ yang saat ini kita melihat bahwa kebun plasmanya yang jadi korban, segera saya akan melapor ke Ketua Umum DPP APKASINDO,” tutupnya.

Sperti diberitakan media ini bahwa diungkapkan salah seorang pemilik kebun kelapa sawit yang ditumbangi bernama Bakti B kepada sbnc Jumat (26/6/2020) sore.

“Sudah diratakan kebun sawit kami oleh perusahaan PT NWR, Bang,” ungkap Bakti B kepada sbnc.

“Kamipun tak tau mengapa kebun kami perusahaan tumbang,” kata Bakti

Saat ditanya berapa luasan kebun yang sudah datar dengan tanah oleh perusahaan itu saat ini sudah berjumlah ratusan hektar. “Ratusan hektar lah Bang, luasan kebun kami yang datar dengan tanah,” sambung Bakti B.

Bakti B juga mengatakan bahwa pemilik kebun tersebut tidak hanhya dia sendiri namun bersama kawan – kawannya yang lain berjumlah sekitar dua puluhan orang lebih. Dan masing-masing warga memiliki luasan sawit beragam. Ada yang 4 kapling, 5 dan 10 kapling.

Menurutnya lagi diperkirakan luasan lahan yang akan ditumbang PT NWR semakin luas bahkan menjadi empat ratusan hektar.

Lokasi kebun yang rata dengan tanah oleh PT NWR saat ini terletak di Perkampungan Sukaramai Desa Segati Kematan Langgam Kabupaten Pelalawan.

Umur kebun kelapa sawit milik warga tersebut ada yang sudah berumur 12 tahun dan 7 tahun. Warga menanam sawit mereka tahun tanam 2008 – 2013.

Sampai berita ini diposting belum ada keterangan resmi dari pimpinan PT NWR ataupun perwakilannya terkait masalah penumbangan kebun kelapa sawit warga Desa Segati Kecamatan Lannggam yang ratusan hektar ini.

Ditulis : Rojuli
Editor : Aps

Poto: Pengurus DPP APKASINDO Indonesia,_Amrul yang sehari-hari bekerja sebagai Dosen Fakultas Pertanian danDdan Pasca Pasca Sarjana Universitas Riau dan kondisi kebun warga diluluhlantahkan PT NWR.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.