Bau Limbah Menyengat Pemuda Kerinci Terobos PT RAPP

Suaraburuhnews.com – Pangkalan Kerinci – Belakangan ada fakta baru yang mengusik ketenangan masyarakat ibu kota Kabupaten Pelalawan Pangkalan Kerinci. Bukan terkait, aksi kriminal jalanan jambret yang telah berhasil dilumpuhkan pihak Polres Pelalawan. Tapi keluhan terkait pencemaran lingkungan. Udara di Pangkalan Kerinci khususnya tercemar aroma tak sedap dan menyengat.S

Selainmengeluh polusi udara yang hamper dipastikan dapat berdampak buruk bagi kesehatan dari mulut ke mulut. Ada sejumlah pemuda sempat menggelar aksi demo beberapa hari lalu. Intinya menolak bau tak sedap yang dituding sebagai sumbernya berasal dari pabrik raksasa gandengan PT RAPP, yakni PT Asia Pasific Rayon (PT APR) yang baru saja diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Pabrik investasi serat tekstil yang disebut bernilai Rp 15,5 triliun ini disebut-sabut menjadi biang bau busuk menyengat tersebut.H

HinggalahRabu (26/2), sekitar pukul 22.00 WIB seorang pemuda yang belakangan diketahui bernama Umar Syahputra nekat menerobos PT RAPP. Namun aksi nekatnya terhenti di Pos I. Sekuriti yang sedang piket berupaya mencegah masuk kawasan vital ini.

Sempat terjadi cek cok mulut antara Umar dengan personil sekuriti. Diketahui, pemuda berotot warga Pangkalan Kerinci ini bermksud mencari langsung bau sumber busuk yang dikeluhkan masyarakat belakangan ini. Aksi Umar ini juga terekam video amatir dan sudah viral di media sosial, baik facebook maupun whatsapp.

Dalam video yang berdurasi 01.35 detik yang berjudul Tak tahan cium bau busuk limbah terus menerus seorang pemuda Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan mau masuk ke pabrik dan tejadi perdebatan panas malam ini Rabu (26/2) sekitar pukul 22.00 WIB.

‘’Iyo engaku bau engkau apo. Iyo bau engkau apo kinen  engkau bekojo di sini tak tecium baunyo di mingkak. Nak ngapo mingkak. Jangan mingkak. Apo tontu profesi mingkak, tapi sonyap bantu fasilitasi ambo nak ke sano,’’kata Umar dengan logat Melayu setempat yang terekam saat adu mulut dengan pesonil sekuriti di Pos I PT RAPP.

‘’Jangan dibandingkan Keirnci dengan Siak. Ingat, jangan kau banding. Jangan kau banding. Jangan kau banding Siak dengan Kerinci, Perawang dengan Kerinci,’’ujarnya melengking dengan nada tinggi yang membuat kecut nyali. Beberapa sekuriti tampak berusaha menenangkan Umar. Karena ada sekuriti yang coba membandingkan kondisi pabrik di Perawang Siak dengan Pangkalan Kerinci, Pelalawan.

Tensi adu mulut meningkat. ‘’Pindahkan ini ke Perawang, pindahkan ini ke Siak. Kau, kau hebat kali kau bandingkan Kerinci dengan Siak,’’sergah Umar lagi sambil sempat mempertanyakan asal muasal sekuriti yang sedang dinas terkait.

Tidak diketahui persis ujung dari perjuangan Umar masuk ke kawasan pabrik PT RAPP, PT APR yang disebut-sebut menjadi sumber bau tak sedap menyengat.

Namun menurut Ardi, salah seorang warga Pangkalan Kerinci, Umar sempat dibawa berkeliling dengan menggunakan mobil patrol ke lokasi pabrik. ‘’Info yang ambo dapat Umar dibawa masuk keliling dengan mobil patrol. Tapi entah mobil polisi atau mobil sekuriti. Busuknya luar biasa,’’terangnya.

Terpisah Dedi Azwandi, Ketua Pemuda Melayu Pesisir Kabupaten Pelalawan juga mendukung aksi Umar serta beberapa pemuda lainnya yang sempat menolak bau tak sedap dari limbah perusahaan. ‘’Kita tak menolak perusahaan yang katanya investasi triliunan rupiah. Tapi kalau mencemari lingkungan, seperti bau limbah yang sangat busuk saat ini, tentu kami menolaknya. Bisa jadi akan aksi lebih besar lagi akan dilaksanakan. Karena ini menyangkut hak hidup sehat orang banyak,’’kata Dedi.

‘’Di Sumatera saja PT Indorayon ditolak masyarakat besar-besaran. Bukan karena tidak berdampak baik masyarakat, tapi lebih dikhawatirkan dampak buruknya. Bau menyengat tak sedap. Apa masyarakat pula yang harus dipindahkan dari Pangkalan Kerinci nanti. Tentu tidak, lebih baik perusahaan carikan solusi jangan sampai berdampak lebih buruk lagi bagi masyarakat juga bagi perusahaan sendiri,’’tegasnya.

Karena bau tak sedap ini bisa menumbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Dedi pun berharap Pemkab Pelalawan juga mengambil perhatian serius. ‘’Bau ini bisa menyebabkan berbagai penyakit berbahaya. Jadi kita minta Pemda serius menanganinya termasuk tingginya tingkat polusi pencemaran udara di Pelalawan,’’pungkasnya.

Warga lain, Manik warga Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur Kabupaten Pelalawan yang lokasinya justru semakin dengan perusahaan juga mengeluhkan bau yang menusuk hingga ke otak ini. ‘’Semoga Pemkab Pelalawan pertimbangkan bau busuk kiriman dari pihak PT RAPP/PT APR.Udara Kabupaten Pelalawan telah tercemar limbah rayon PT APR,’’katanya.

Dulu sambung pria asal Medan ini, telah terjadi di Sumut. PT Indorayon didemo besar-besaran oleh masyarakat untuk menutup perusahaan tersebut. ‘’Bukan hanya kesehatan manusia yang terganggu, tanaman masyarakat pun hancur akibat limbah tersebut. Tanah yang subur jadi tandus. Padahal, masyarakat di sana pencarian mereka bercocok tanam,tanaman padi, jagung,kopi semuanya jadi tak berbuah dan masyarakat sengsara,’’ungkap Manik mengenang kejadian di Sumatera Utara.

“Itulahyangkan terjadi kalau pabrik PT APR ini tetap beroperasi. Masyarakat Pelalawan akan menderita dan sengsara. Perlu pemkab Pelalawan belajar dan belajar melihat yang telah terjadi, jangan tutup mata,buka mata dan pikirkan kehidupan masyarakat,’’harapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan Eko Novitra,S.Hut yang dikonfirmasi sebelumnya terkait bau tak sedap di Pangkalan Kerinci dan sekitarnya mengatakan, bisa jadi aroma menyengat bukan dari limbah cari.

“Kemungkinan bau itu bukan dari limbah cair.  Tapi kemungkinan dari sumber emisi,’’bebernya sambil mengatakan, karena baunya terasa pada saat suhu udara agak lembab

Ditanya apa langkah yang akan diambil dinas, Eko pihaknya berencana akan memanggil manajemen perusahaan untuk memberikan penjelasannya. ‘’Nanti kita akan panggil pihak perusahaan untuk menanyakan lebih lanjut agar bau tersebut bisa hilang paling tidak berkurang,’’pungkasnya tanpa menyebutkan kapan perusahaan akan dipanggil.

Media ini juga telah berusaha melakukan konfirmasi ke pihak perusahaan terkait bau busuk yang disebut-sebut bersumber dari perusahaan rayon melalui salah satu staf Humas Erik melalui pesan whatsapp di nomor 08127098xxxx. Namun sampai berita ini dirilis belum ada jawabannya.(amr).

Poto: Umar Syahputra tertahan di Pos Sekuriti PT RAPP ketika akan masuk ke pabrik PT ATR yang diduga menjadi sumber bau tak sedap.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.