Suaraburuhnews.com – Pidie – Adnan, anak kelas satu SD selamat dari reruntuhan gempa bumi di Pidie, Aceh. Adnan, bocah berusia empat tahun asal Desa Rawa Sari Kecamatan Tringgadeng, Pidie Jaya, Aceh, terbaring lemas di bawah tenda darurat. Bajunya berlumuran darah. Selang infus terpasang di tangannya.

Menurut berita yang diberitakan detik.com siang ini bahwa, bocah ini salah satu korban reruntuhan bangunan akibat gempa 6,5 SR, Rabu (7/12/2016). Saat itu, dia bersama ayah dan ibunya masih terlelap tidur. Guncangan gempa membangunkan seisi rumah.

Saat hendak menyelamatkan diri, bangunan rumah tempat mereka tinggal ambruk. Ayahnya dengan kondisi patah tulang pinggang berusaha menyelamatkan sang ibu dan tiga anak-anak yang lain.

Tiba-tiba, di balik reruntuhan ada suara minta tolong.

“Ayah, tolong saya. Saya terjepit,” teriak Adnan.

Warga sekitar pun ikut membantu mengevakuasi para korban yang tertimbun. Nenek Adnan, Siti Aisyah mengatakan para korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit.

“Dia (Adnan) mengalami luka di kepala. Orang tuanya juga sedang dalam perawatan. Ayahnya patah di bagian pinggang,” ujarnya.

Sementara itu di tempat yang sama, seorang korban lain bernama Samsuri (32) tergeletak dan mengalami luka-luka. Dia terjebak reruntuhan saat berusaha menyelamatkan anaknya.

“Dia melindungi anaknya agar tidak kena reruntuhan. Rumahnya ambruk dan menimpa badannya,” kata Mariaton, keluarga korban.

Samsuri baru berhasil dievakuasi beberapa saat kemudian setelah dibantu warga sekitar menyingkirkan puing-puing rumah. Saat ini, ia dirawat di bawah tenda darurat di Rumah Sakit Umum Sigli.

“Anaknya kelas satu SD. Kalau enggak dia lindungi, anaknya kena runtuhan rumah,” ucap Mariaton.***

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.