Suaraburuhnews.com – Pekanbaru – Satu dari tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Turki yang diduga akan bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah, ternyata merupakan warga Kota Pekanbaru, Riau berinisial TG (22).

Alamat kediaman TG di Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru. Namun, rumah TG tampak sepi dan sedang terkunci.

Salah seorang tetangganya mengaku sudah hampir setahun tak bertemu dengan TG. “Anaknya (TG) baik orangnya, setelah tamat SMP Dia langsung masuk Pesantren di Jawa,” tutur ibu rumah tangga (IRT) yang tak ingin disebutkan namanya itu.

“Dia (TG) itu anak ketiga, Kakanya dulu juga ikut pesantren, tapi akhirnya balek lagi ke sini (Pekanbaru). Kami tak ada dapat kabar kalau Dia seperti itu (diduga gabung dengan ISIS). Kami baru tau dari media, tak menyangka juga, kalau memang iya,” sambungnya, seperti dikutip GoRiau.

“Polisi juga sudah datang ke sini, dan mereka (Polisi) bilang, saat ini kondisi yang bersangkutan (TG) baik-baik saja. Rencananya, saya yang mewakili keluarga TG akan dipanggil ke Polresta Pekanbaru, tapi masih belum disuruh ke sana (Polresta),” Selasa (27/12/2016) sore.

Ketua RT, Darusman mengakui, jika beberapa bulan lalu, TG pernah mengatakan kepada keluarganya untuk melanjutkan pendidikan ke Arab. “Dia (TG) pernah bilang mau ke Arab. Tapi tak tau, apakah kemarin (saat di Turki) itu tujuannya mau melanjutkan pendidikan atau bagaimana,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, mengimbau seluruh masyarakat agar selalu waspada, terutama terkait proses perekrutan untuk menjadi anggota kelompok terorisme dan radikal lainnya. “Misalnya mengajak jihad. Itu informasinya pakai sistem rekrutmen, hati-hati,” tegasnya.***

Poto : Internet

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.