Sawit Kotor

Opini
H. M. Rojuli

Sawit Kotor sebuah istilah yang dimunculan oleh kalangan LSM, aktifis, pemerhati lingkungan, mahasiswa dan masyarakat Riau. Istilah ini muncul ketika para elemen itu melihat fakta bahwa perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia umunya dan propinsi Riau khususnya begitu begelimang dengan ‘kotoran.’

Istilah Sawit Kotor lebih bertambah agregatnya setelah audit KPK RI mengungkapkan temuan 1 juta hektar lahan perkebunan kelapa sawit di provinsi Riau dikelola oleh ‘perusahaan ‘nakal.’

Setelah dipublikasikan audit KPK itu seakan tak digubris dalam penindakan oleh pemerintah daerah provinsi Riau. Seakan dibiarkan begitu saja hasil temuan audit lembaga anti korupsi itu. Pada hal faktanya sudah jelas dan terang benderang akan kesalahan perusahaan perkebunan kepala sawit di Riau ini.

Muncul keresahan bagi LSM, pemerhati lingkungan, aktifis, mahasiswa dan masyarakat yang peduli dan konsen untuk membersihkan sawit kotor ini.

Gerbong perjuangan ini diikuti sederetan panjang masyarakat miskin. Hari ke hari masyarakat mulai krtis akan hak-haknya yang di rampas oleh perusahaan kelapa sawit. Masyarakat mulai memunculkan peristiwa yang ditengelamkan oleh korporasi.

Sudah lama community  terusik oleh perusahaan. Masyarakat belum bisa banyak berbuat untuk berjuang menuntut haknya. Masyarakat sudah cukup lama merasa terganggu. Kini mereka terpadu dalam perjuangan menindas sawit kotor.

Sawit Kotor diduga kuat bahwa seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit kotor dalam perizinan. Kotor dalam kejahatan lingkungan, kotor dalam berpraktik. kotor dalam ‘pencurian lagan.’

Berdasarkan data perizinan sampai tahin 2017 di Kabupaten Pelalawan ada 41 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berizin. Namun kita yakin masih banyak perusahaan sejenis tak mengantongi perizinan.

Dari 41 perusahaan itu ternyata juga belum lengkap perizinan yang mereka miliki. Ada perusahaan tersebut cuma memiliki Izin Usaha Perkebunan saja tetapi izin lainya tidak ada. Adalagi perusahaan dua izin yang mereka miliki tapi tidak memiliki HGU (Hak Guna Usaha). Begitulah salah satu gambaran kotor yang ada pada perusahaan kelapa sawit.

Belum lagi dikaji lebih dalam. Izinnya belum lengkap kemudian kita lihat lagi tentang sawit kotor antara izin yang diberikan sesuiakah dengan fakta di lapangan.

Anehnya lagi sudah jelas-jelas tidak memiliki izin lengkap tetapi perusahaan ini terus berdiri tanpa ada sanksi tegas dari pemerintah setempat.

Sawit Kotor bagian permainan para pejabat kelas atas. Mulai dari pusat sampai ke RT. Jarang penyelesaian kasus sawit kotor tuntas di tengah masyarakat dan selalu putus di tengah jalan.

Sawit Kotor perusak dan penjahat lingkungan. Setiap kali pencemaran lingkungan yang dituntut masyarakat seperti kasus ikan mati belum pernah sekalipun hasil laboratoriumnya sawit kotor yang jadi tersangka.

Sungguh tepatlah istilah Sawit Kotor yang menjadi perjuangan seluruh komponen masyarakat kerna begitu kotornya di perusahaan kelapa sawit.

Poto : Internet.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.